Nasib Buruk Pesepak Bola Indonesia, Tak Punya Jaminan Hari Tua dan Pensiun

- Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:56 WIB
[Ilustrasi pemain timnas Indonesia] Mirisnya nasib pesepak bola Indonesia sudah semestinya bisa diantisipasi. Mereka tak punya jaminan hari tua ataupun jaminan pensiun. (Dok. PSSI)
[Ilustrasi pemain timnas Indonesia] Mirisnya nasib pesepak bola Indonesia sudah semestinya bisa diantisipasi. Mereka tak punya jaminan hari tua ataupun jaminan pensiun. (Dok. PSSI)

Mirisnya nasib pesepak bola Indonesia sudah semestinya bisa diantisipasi. Mereka tak punya jaminan hari tua ataupun jaminan pensiun.

 

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Sepak bola bukan hanya sebatas permainan dan hobi. Sepak bola juga bukan hanya sekadar tontonan hiburan, tapi sudah menjadi sebuah industri di dunia olahraga dan profesi atau pekerjaan.

Pemain sepak bola profesional bekerja pada sebuah tim atau klub dengan sebuah ikatan kerja atau kontrak kerja. Dalam hal ini, pemain sepak bola boleh dikatakan sebagai pekerja, dan tim atau klub sebagai pemberi kerja.

Dengan adanya kontrak kerja yang disepakati oleh ke-2 belah pihak, secara otomatis antara pemain sepak bola dengan klub memiliki sebuah hubungan kerja.

Pemain sepak bola akan mendapatkan gaji dari klub yang dibelanya. Gaji yang diterima seorang pemain sepak bola profesional dari klub pastinya berbeda-beda, tergantung dari skill dan kaulitas dari si pemain.

Namun, dalam perjalanannya terkadang terdapat berbagai masalah yang timbul yang didasari oleh perjanjian tersebut, salah satunya tidak dibayarkannya gaji yang seharusnya diterima oleh pemain sepak bola.

Berdasarkan pada permasalahan tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan melalui Direktorat Jenderal Binwasnaker dan K3 menggelar dialog interaktif perlindungan ketenagakerjaan bagi pemain sepak bola profesional bersama Asosiasi Pesapak Bola Profesional Indonesia (APPI) dan perwakilan sejumlah klub sepak bola Indonesia, di Kota Tanggerang, Banten, Kamis, 7 Oktober 2021.

Dirjen Binwasnaker dan K3 Kemnaker, Haiyani Rumondang mengatakan, dialog interaktif tersebut dilaksanakan sebagai upaya kemnaker untuk meningkatkan perlindungan ketenagakerjaan bagi para pemain sepak bola profesional.

“Salah satu kasus yang terlihat jelas adalah tidak dibayarnya gaji pemain sepak bola yang seharusnya diterima. Kasus ini sangat marak di Indonesia dan tidak sedikit jumlah pemain sepak bola yang mengalaminya,” ujar Haiyani seperti dikutip dari laman resmi kemnaker, Jumat, 8 Oktober 2021.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

2 Link Live Streaming PSM vs Persik Sore Ini 15.15 WIB

Selasa, 18 Januari 2022 | 11:57 WIB
X