Dihina Berkulit Hitam Pekat, Camavinga Jawab dengan Aksi Berkelas untuk Real Madrid

- Senin, 13 September 2021 | 17:04 WIB
Gelandang anyar Real Madrid, Eduardo Camavinga (kanan bawah), beberapa hari lalu menerima hinaan rasis soal kulit hitam. (Instagram/Eduardo Camavinga)
Gelandang anyar Real Madrid, Eduardo Camavinga (kanan bawah), beberapa hari lalu menerima hinaan rasis soal kulit hitam. (Instagram/Eduardo Camavinga)

LENGKONG, AYOBANDUNG.COM — Gelandang anyar Real Madrid, Eduardo Camavinga, beberapa hari lalu menerima hinaan rasis soal kulit hitam nan pekat.

Tetapi, alih-alih marah dan kehilangan fokus, pemain remaja itu menjawab hinaan dengan aksi brilian dalam kemenangan Real Madrid 5-2 atas Celta Vigo.

Bukan hanya mampu mengontrol lini tengah dengan tenang, Camavinga juga sukses mencetak satu gol dalam laga yang berlangsung di Stadion Santiago Bernabeu, pada Senin (13 September 2021) dini hari WIB tadi.

Melihat data dari WhoScored, Camavinga juga mendapatkan nilai bagus 7,2, meski hanya masuk sebagai pemain pengganti.

Hinaan Rasis dari Presenter Televisi

Salah satu stasiun TV Spanyol, RTVE, telah meminta maaf atas komentar rasis terhadap Camavinga.

Badan penyiaran televisi pemerintah Spanyol, pada hari Jumat, bahakn mengutuk komentar rasis yang dibuat oleh komentator olahraga selama presentasi Camavinga sebagai pemain anyar Real Madrid.

Selama presentasi Camavinga hari Rabu lalu (8 September 2021), analis Lorena González terdengar mengatakan: "Orang ini [Camavinga] lebih hitam dari jasnya [yang juga berwarna hitam]."

Camavinga saat ini masih berusia 18 tahun, pemain Prancis yang lahir di Angola ini memang berkulit hitam. Tetapi, apa yang diucapkan Lorena jelas bukan hal yang layak.

RTVE telah memohon ampunan publik dan mengatakan komentar Lorena sebagai: "Menunjukkan kurangnya rasa hormat dan tidak pantas untuk saluran televisi publik".

Mereka juga meminta maaf: "Kepada pemain dan menyesali dan dengan tegas mengutuk komentar yang merendahkan."

Lorena, yang merupakan tamu tetap di acara bincang-bincang olahraga RTVE “Estudio Estadio”, pun mengeluarkan pernyataan di media sosial.

“Untuk menyampaikan permintaan maaf saya yang tulus kepada siapa pun yang merasa tersinggung,” tulis Lorena.

"Komentar saya, yang dibuat tanpa kebencian atau rasa tidak hormat terhadap pemain, sangat disayangkan," lanjutnya.

“Itu adalah perbandingan yang bisa saya buat tentang setiap orang dengan warna kulit apa pun. Tetapi saya mengerti dan merasa bahwa di masa sensitif yang kita lalui ini, meskipun saya juga percaya bahwa segala sesuatunya menjadi terlalu radikal dan dipolitisasi, media memiliki tanggung jawab yang lebih besar untuk membantu memerangi rasisme dan segala bentuk ketidaksetaraan yang tidak adil,” ungkap Lorena.

RTVE saat ini sedang menyelidiki insiden tersebut. Menurut voanews.com, mereka akan mengambil tindakan yang tegas terhadap Lorena. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X