PT LIB Larang Suporter Tamu Hadir ke Stadion, Pengamat Hukum Olahraga Ungkap Fakta Mengejutkan!

- Rabu, 7 Juni 2023 | 10:31 WIB
Ilustrasi - PT LIB Larang Suporter Tamu Hadir ke Stadion
Ilustrasi - PT LIB Larang Suporter Tamu Hadir ke Stadion

SUMUR BANDUNG, AYOBANDUNG.COM - PT Liga Indonesia Baru (LIB) memiliki kebijakan baru khususnya regulasi terhadap suporter pada kompetisi Liga 1 2023/2024.

Dalam kebijakan terbarunya, selama musim 2023/2024 suporter dilarang bertamu ke markas lawan ketika tim melakukan partai tandang.

Hal ini ditegaskan langsung oleh Direktur PT LIB, Ferry Paulus beberapa waktu lalu.

Baca Juga: Saldo KJP Plus Tahap 1 2023 Belum Masuk Rekening? Ternyata Ini Penyebabnya, Segera Cek Secara Berkala!

Menurut Ferry, alasan melarang hal tersebut karena mempertimbangkan pelaksanaan kompetisi bersamaan dengan tahun politik pada 2024 mendatang.

“Kami mempertimbangkan pelaksanaan Liga 1 2023/2024 bersamaan dengan tahun politik. Berdasarkan kebiasaan tersebut maka klub-klub Liga 1 bersepakat untuk melarang suporter tamu hadir,” ungkap Ferry.

Menanggapi hal tersebut, Pengamat Hukum Olahraga, Eko Noer Kristiyanto, S.H, M.H mengungkapkan, bahwa hal tersebut merupakan suatu tindakan preventif untuk mengantisipasi adanya kerusuhan suporter dari PT LIB selaku operator liga.

"Jadi pelarangan suporter mendukung timnya dalam laga kandang ini merupakan suatu hal yang perlu dipahami. Pertama, tahun 2024 itu adalah tahun politik ini rawan untuk terjadi kerusuhan. Larangan ini, memang mengantisipasi kerusuhan seperti tragedi Kanjuruhan," ujar Eko saat dihubungi Ayobandung.com, Rabu, 7 Juni 2023.

Baca Juga: LIPUTAN KHUSUS HAJI 2023: Saudi Airlines Terus Bermasalah, Kemenag Harap Otoritas Periksa Manajemen

Selain tahun politk, kata Eko, larangan suporter untuk tidak bertamu juga memiliki alasan lain.

Dalam referensinya, saat ini federasi sepakbola dunia FIFA masih terus mengawasi kegiatan sepakbola di Indonesia pasca tragedi Kanjuruhan yang terjadi awal Oktober tahun 2022 lalu.

"Ketua PSSI juga bilang bahwa sepak bola Indonesia itu masih dipantau oleh FIFA pasca tragedi Kanjuruhan kemarin. Jadi jika sampai terjadi kerusuhan lagi, itu Indonesia bisa kena sanksi ban tanpa harus investigasi dan pencarian fakta seperti kemarin, otomatis langsung ban. Ini yang harus dihindari," jelas Eko.

Eko menilai, larangan tersebut merupakan sebuah keputusan yang diambil secara objektif.

Baca Juga: Pinjol Legal 2023 Berizin OJK, Modalku Bisa Kasih Dana hingga Rp 2 Miliar Cuma-cuma Tanpa Jaminan, Tertarik?

Halaman:

Editor: Maghita Primastya Handayani

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X