Wim Kuik, Pegawai Kereta Api Pendiri UNI

- Selasa, 3 Agustus 2021 | 09:49 WIB
Wim Kuik berdiri paling kiri, mengenakan baju dongker dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celananya. Potret ini dibuat pada 1906 saat UNI bertanding dengan SPARTA dari Batavia.
Wim Kuik berdiri paling kiri, mengenakan baju dongker dengan kedua tangan dimasukkan ke saku celananya. Potret ini dibuat pada 1906 saat UNI bertanding dengan SPARTA dari Batavia.

AYOBANDUNG.COM--Sebagaimana yang sudah saya tulis minggu kemarin, klub sepak bola UNI didirikan oleh Wim Kuik melalui Perhimpunan Olympia dan Tavenu.

Namun, soalnya siapakah dia? Apakah memang nama lengkapnya demikian? Apakah pekerjaannya berkaitan dengan olah raga, terutama sepak bola?

Dengan kata lain, bagaimana riwayat hidupnya? Untuk soal-soal tersebut, saya mencari jawabnya dengan melakukan penelusuran pustaka.

Sumber pertama yang saya jadikan titik berangkat adalah pengalaman Wim Kuik sendiri dalam Houtrustica edisi Februari 1958 (melalui seri tulisan karya Haryadi Suadi, “Bandoengsche Voetbal Club, Perkumpulan Sepak Bola Pertama di Bandung” dalam Pikiran Rakyat edisi 5 Maret 2003 dan “Diusir dari Alun-alun dan Pieterspark” dalam Pikiran Rakyat edisi 12 Maret 2003).

Selebihnya saya mengandalkan laman-laman internet yang menyediakan genealogi orang-orang yang pernah berkarier di Hindia Belanda dan koran-koran berbahasa Belanda untuk memperkaya rinciannya. Alhasil, tulisan ini merupakan ramuan dari hasil penelusuran itu.

Dari keterangan Haryadi, saya jadi tahu bahwa Wim Kuik lahir di Ujung Pandang atau Makassar pada 1878. Semasa kecil, pada usia 7 tahun atau tahun 1885 dia sempat melihat olah raga mirip sepak bola, yaitu sepak takraw, yang khas Sulawesi. Lalu pada 1895, Wim pertama kalinya melihat pertandingan sepak bola di Koningsplein (Merdeka Barat), Batavia. Menurutnya, sejak saat itu, sepak bola menjadi semacam demam bagi orang banyak di Hindia. Buktinya antara lain pada 1897, orang Belanda di Bogor mendirikan klub “Always Ready”. Bahkan, konon dia bergabung dalam kesebelasan tersebut.

Sejak 1901, Wim bermukim di Bandung untuk menjadi guru senam dan anggar pada Kweekschool. Di Kota Kembang ini dia juga aktif menjadi anggota klub BVC yang didirikan pada 1900 dan menjadi ketua perkumpulan anggar dan senam Olympia. Selebihnya, Wim terlibat dalam pendirian Tavenu dan UNI, seperti yang sudah saya terangkan minggu kemarin.

Tapi ada sedikit tambahan titik terang dalam buku W. Berretty (40 Jaar Voetbal in Ned-Indie 1894-1934, 1934: 98). Di situ dia menyatakan bahwa para anggota BVC, terutama yang muda-muda memilih jalan masing-masing.

Kata Berretty, para pemain non-pegawai kereta api seperti Eddy Siberg, Oscar Veer dan yang lainnya mendirikan SIDOLIG, sementara yang bekerja di jawatan kereta api seperti Wim Kuik, Jan Huysmans, Jaap Roggeveen, Paul van Grumbkow, Amade, dll., membentuk UNI pada Februari 1903. 

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB

Demam Belanja Online Berkedok Self Healing

Selasa, 23 November 2021 | 17:18 WIB

Pemimpin Masa Depan Bicara di Forum Dialog IISS

Selasa, 23 November 2021 | 08:56 WIB

Villa Isola: Venesia Kecil di Bandung Utara

Senin, 22 November 2021 | 16:59 WIB

Joki Tugas, Rahasia Umum di Masyarakat

Minggu, 21 November 2021 | 19:19 WIB

Mendidik dengan Sepenuh Hati

Minggu, 21 November 2021 | 16:24 WIB

Risalah Untuk Calon Suamiku

Minggu, 21 November 2021 | 12:42 WIB
X