Ketika Rumah Sakit Menolak Pasien

- Minggu, 1 Agustus 2021 | 11:00 WIB
Ilustrasi petugas membawa pasien Covid-19 ke Ruang Isolasi Khusus (RIK) di Rumah Sakit.
Ilustrasi petugas membawa pasien Covid-19 ke Ruang Isolasi Khusus (RIK) di Rumah Sakit.

Persoalan Rumah Sakit (RS) menolak pasien dan meminta uang pendahuluan (panjar) sebelum pasien yang datang untuk berobat ditangani, bukan lagi menjadi persoalan yang luar biasa, tapi melainkan persoalan yang kerap terjadi.

Kendatipun bahwa pasien yang datang dalam keadaan yang kritis, dan perlu untuk penanganan segera. Akan tetapi RS dengan enteng menolaknya, tentu dengan berbagai alasan yang mengiris dada.

Apa lagi pasien yang datang dari keluarga yang tidak mampu (miskin), dan tidak pula terdaftar sebagai peserta Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS)Kesehatan, serta tidak pula memiliki Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Bahkan di masa pandemi Covid-19, menambah panjang daftar RS milik pemerintah daerah maupun RS swasta yang menolak perawatan pasien yang terpapar virus Covid-19. Dengan alasan peralatan tidak lengkap, ruangan penuh, sehingga tidak ada ruangan untuk pasien lagi. Yang paling mirisnya penolakan terhadap pasien Covid-19 dengan alasan bisnis.

Penolakan pasien Covid-19 oleh RS dengan alasan bisnis pernah diungkapkan oleh mantan juru bicara (Jubir) pemerintah untuk penanganan Covid-19, Ahmad Yurianto. Menurut Yurianto, fakta sebenarnya bahwa banyak RS yang menolak untuk RS rujukan, karena mereka menjaga citra RS tersebut 

"Kita menyadari betul bahwa RS, beberapa RS lah, dia menjaga citranya bahwa jangan sampai ketahuan orang, bahwa RS nya merawat orang dengan Covid-19. Kalau ketahuan nanti, semua pasien lain gak mau datang This is Bussiness. Makanya dari awal, kami tidak pernah menyebutkan nama rumah sakit. Dan ini melanggar hukum. Bolehlah dia menolak pasien reason yang jelas. Bolehlah dia merujuk pasien dengan alasan yang jelas, tapi bukan berarti seperti pasar. Silakan kamu cari sendiri. Hal yang seperti ini kami nggak mau menerima ", tuturnya, dikutip dari salah satu media nasional, pada 17 Maret 2020.

Jauh sebelum Indonesia terpapar virus Covid-19, penolakan RS, baik RS plat merah, maupun RS  swasta terhadap pasien kerap terjadi. Belum lagi RS yang meminta uang panjar, sebelum pasien ditangani. Khususnya hal ini sering dialami oleh para pasien yang datang dari keluarga miskin, apa lagi pasien tersebut tidak memiliki kartu BPJS Kesehatan dan kartu KIS. Sebelum pasien ditangani, pihak RS menyodorkan persyaratan administrasi yang berbelit belit, yang harus diselesaikan oleh keluarga pasien. Sebelum administrasi yang berbelit diselesaikan, si pasien di telantarkan begitu saja, pada hal si pasien perlu penanganan medis yang secepatnya. Karena tidak mendapatkan penanganan medis, si pasien yang datang dalam keadaan sekarat akhirnya meregang nyawa.

Ketika timbul pertanyaan akibat pasien meninggal, pihak RS pun memberikan alasan, bahwa pihaknya telah memberikan pelayanan yang maksimal terhadap si pasien, bukan karena ditelantarkan. Tapi pada kenyataannya si pasien meninggal akibat ditelantarkan oleh pihak RS , karena persyaratan administrasi yang disodorkan oleh pihak RS belum terpenuhi. Persoalannya pun akhirnya diam begitu saja. Apa lagi kebanyakan dari keluarga pasien yang ditelantarkan oleh RS enggan untuk memperpanjang persoalan. Akibatnya pihak RS menjadi bias, dan menganggap enteng dari persoalan itu. Kejadian kejadian serupa pun terus berulang dari tahun ke tahun.

Kemana hukum

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB

Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB

Jual Beli Jabatan Menjerat Walikota Tanjungbalai

Jumat, 10 September 2021 | 16:42 WIB

Jangan Membandingkan Manusia dengan Binatang!

Kamis, 9 September 2021 | 23:02 WIB

Vigilantisme Media Sosial

Rabu, 8 September 2021 | 11:58 WIB

Memahami Pemilihan Perdana Menteri Jepang

Senin, 6 September 2021 | 22:28 WIB
X