Tiga Kata Sederhana Ini Masih Sering Dilupakan dan Diabaikan

- Jumat, 30 Juli 2021 | 16:10 WIB
Seorang barista memberikan makanan dan kopi gratis kepada warga di Kozi Coffe Dipatiukur, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin 5 Juli 2021. Kegiatan berbagi makanan, kopi, dan masker gratis tersebut digelar manajemen Kozi Coffee sebagai upaya membantu warga yang membutuhkan di tengah pandemi Covid-19.
Seorang barista memberikan makanan dan kopi gratis kepada warga di Kozi Coffe Dipatiukur, Jalan Dipatiukur, Kota Bandung, Senin 5 Juli 2021. Kegiatan berbagi makanan, kopi, dan masker gratis tersebut digelar manajemen Kozi Coffee sebagai upaya membantu warga yang membutuhkan di tengah pandemi Covid-19.

Sudah menjadi kodrat manusia sebagai makhluk sosial yang tak bisa lepas dari bantuan manusia lainnya. Berkomunikasi merupakan sebuah cara yang fundamental dalam kehidupan manusia untuk membangun relasi dan memenuhi kebutuhan dengan sesamanya. Tentunya upaya menjalin hubungan yang harmonis antar sesama dibangun dengan komunikasi positif dan etika sopan santun bertutur kata dalam kehidupan sosial.

Dalam diri siapa pun itu, selalu ada keinginan untuk diakui, dihargai, atau diapresiasi oleh lingkungan sekitarnya baik itu dari perlakuan atau kata-kata. Ada tiga kata ajaib yaitu tolong, maaf,dan terima kasih, yang kini mulai sukar ditemukan dalam kehidupan sehari-hari dan hanya segelintir orang saja yang masih terbiasa menggunakan kata-kata ini.

Seiring dengan perkembangan modernisasi semakin banyak kosakata baru yang bermunculan sehingga kata tolong, maaf, dan terima kasih menjadi terlupakan bahkan terabaikan fungsinya.  

Dari pengamatan yang saya lakukan di media sosial twitter sering sekali ditemukan user yang bercuit tentang pentingnya mengucapkan tolong, maaf dan terima kasih. Tak hanya dari media sosial, di dunia nyata pun tiga kata ajaib ini masih sering terabaikan.

Seperti yang baru-baru ini terjadi pada GKR Hayu, Putri Keraton Jogjakarta, yang disebut kampungan karena mengatakan terima kasih pada satpam yang membantunya menyebrang jalan. Jaman sekarang juga seseorang bisa dengan mudah mengatakan seseorang baperan alias bawa perasaan dan dengan mudahnya bilang “ih baperan banget sih lo” alih-alih mengucapkan kata maaf setelah menyakiti perasaan orang tersebut. Bahkan saat dalam situasi dibantu pun, banyak orang yang lupa mengatakan tolong sehingga terkesan memerintah contoh “eh, ambilin sepatu gue dong”.

Tak dipungkiri, mengucapkan tiga kata indah ini mulai terasa berat karena termakan gengsi yang ada pada individu.

Padahal, tiga ungkapan tersebut merupakan salah satu basic manner yang seharusnya diketahui oleh setiap orang. Mengucapkan kata tolong tak akan membuat harga diri langsung jatuh karna membutuhkan bantuan kok, lagi pula kita adalah makhluk sosial dan sangat wajar jika kita butuh bantuan. Mengucapkan kata maaf bagi beberapa orang memang terasa sulit karena harus menurunkan ego nya, namun namanya manusia tidak luput dari kesalahan. Dengan kata maaf artinya kita berani mengakui kesalahan dan lebih mengerti perasaan orang lain.  Dan kata terima kasih, sadar atau tidak kita terkadang melupakan hal baik yang seseorang berikan pada kita meskipun kebaikan kecil. Kata terima kasih merupakan bentuk dari menghargai keberadaan seseorang atas tindakan yang dilakukan. Ketiga kata sederhana ini akan lebih indah didengar jika diucapkan dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan energi positif.

Dengan menggunakan tiga kata ini, terbukti bisa memberikan feedback yang baik bagi pelaku komunikasi. Hubungan sosial pun terbangun dan terjalin dengan baik bahkan mampu mengubah tahap hubungan seperti membuat lawan menjadi kawan, atau mengubah rasa benci menjadi cinta. Kata-kata ajaib yang sederhana tapi punya makna mendalam. Yuk, kita budayakan kembali bilang tolong, maaf, dan terima kasih tanpa gengsi! [*]

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB

Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB

Jual Beli Jabatan Menjerat Walikota Tanjungbalai

Jumat, 10 September 2021 | 16:42 WIB

Jangan Membandingkan Manusia dengan Binatang!

Kamis, 9 September 2021 | 23:02 WIB

Vigilantisme Media Sosial

Rabu, 8 September 2021 | 11:58 WIB

Memahami Pemilihan Perdana Menteri Jepang

Senin, 6 September 2021 | 22:28 WIB
X