Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

- Selasa, 27 Juli 2021 | 09:02 WIB
Potret para anggota Olympia tahun 1900. Banyak di antaranya yang menjadi pengurus dan pemain UNI.
Potret para anggota Olympia tahun 1900. Banyak di antaranya yang menjadi pengurus dan pemain UNI.

Dalam keadaan bingung harus pindah ke mana, Eduard Gobee menawarkan gagasan pada 1908 untuk pindah ke Javastraat atau sekarang Jalan Jawa, yakni ke lokasi yang kemudian menjadi markas Bala Keselamatan (Leger des Heils). Lahannya disewa dari pemerintahan Kota Bandung. Karena penyewaan itulah akhirnya Eduard mulai melakukan pemungutan uang masuk bagi para penonton sepak bola yang diselenggarakan oleh UNI. Di lapang tersebut pula, Eduard dan Hein Adeboi mulai menyelenggarakan rapat-rapat penyelenggaraan pertandingan antarkota (interstedelijke) di Bandung. Dengan demikian, antara 1908 hingga 1913, ke Javastraat sempat bertandang klub-klub dari Jakarta, yaitu BVC, Sparta, dan Hercules. Demikian pula dengan Quick dan De Krokodillen yang diundang dari Surabaya.

Namun, pada 1913, sewa-menyewa dengan pemerintah berakhir. Demi kebaikan bersama, Residen Priangan menawarkan lahan tersebut agar dibeli oleh UNI. Saat itu, harga yang ditawarkannya sebesar 2000 gulden. Namun, UNI angkat tangan, karena tidak memiliki uang sebesar itu (Berretty, 1934: 99).

Dalam keadaan membingungkan begitu, Eduard Gobee meninggalkan UNI. Sementara para penggantinya tidak dapat berbuat banyak. Dalam keadaan demikian, UNI ditolong oleh Letnan Ouwehand untuk memberi izin menggunakan lapangan latihan militer di Cikudapateuh. Tetapi dengan catatan, UNI tidak diperbolehkan memasang pagar di sekeliling lapang, agar memungkinkan mereka memungut tiket masuk dari penonton. 

Karena tidak kerasan, akhirnya UNI memilih menyingkir dari Cikudapateuh. Atas kebaikan F.J.H. Soesman dari Preanger Wedloop Societeit atau perhimpunan balap kuda Priangan, UNI diberi kesempatan untuk menggunakan sebagaian lapangan pacuan kuda di Tegallega untuk dijadikan lapangan sepak bola. Kepindahan ke Tegallega menyebabkan keanggotaan UNI turun secara drastis hingga tersisa hanya 40 orang. Untungnya ada pertolongan Asisten Residen Bandung Bertus Coops. Asisten residen yang kemudian juga diangkat menjadi wali kota Bandung pertama itu menawarkan Alun-alun Bandung untuk dijadikan sebagai lapangan bagi UNI. Caranya bagaimana lagi kalau bukan sewa lahan.

Kepindahan kembali ke Alun-alun Bandung mampu menarik kembali para mantan anggota klub UNI. Hingga Juni 1917, anggota sudah merangkak naik menjadi 335 orang. Pertandingan antarkota pun diselenggarakan lagi dan mulai 1918, kompetisinya dapat diselenggarakan di Alun-alun. Bahkan pada 1920, Frans Buse, juragan bioskop dari Bandung yang juga anggota UNI, mampu mendatangkan tim nasional Singapura. Namun, lagi-lagi pada 1924, UNI harus mengosongkan Alun-alun Bandung. Namun, dengan campur tangan pelindung UNI yaitu Bupati Bandung Raden Adipati Aria Toemenggoeng Wira Nata Koesoema, akhirnya mereka mampu membeli lapangan Nieuw-Houtrust untuk latihan. Oleh karena itu, sejak tahun 1925, UNI tidak berpindah-pindah tempat lagi dari Nieuw-Houtrust yang ada di Jalan Karapitan.

Soal susunan pengurus yang melibatkan Wira Nata Koesoema tersebut antara lain terlihat pada De Preanger-Bode (27 Agustus 1924). Di situ tertulis bahwa saat itu yang menjadi presiden UNI adalah H.C. van Helsdingen, dengan wakilnya J.J.G. Brookman, sekretaris Th. J. Franciscus, bendahara K. Giesel, komisarisnya J.M.P. Willeboordse, dan G. Goldman. Pelindungnya Bupati Bandung Raden Adipati Aria Toemenggoeng Wira Nata Koesoema dan anggota-anggota kehormatan klub adalah W.A. Spier, F.A. Kessler, N. Vink, J. G. Seelig, P.L.K. von Grumbkow, Th. J. Franciscus dan  J.J.G. Brookman.

Pelbagai Prestasi

Untuk mencatat prestasi yang sempat ditorehkan oleh UNI dapat diikuti dari buku Berretty (1934) ditambah dengan De Preangerbode edisi 27 Februari 1953 yang menampilkan tulisan khusus peringatan 50 tahun UNI (het gouden jubileum van de s. v. UNI).

Berretty (1934: 104-107) membagi prestasi UNI ke dalam tiga kategori yaitu plaatselijk (lokal), interstedelijk (antarkota), dan internationaal (internasional). Untuk kategori kompetisi lokal yang diselenggarakan oleh BVB, UNI antara 1914 hingga 1932 dalam 19 kali kompetisi, kurang dari 10 kali menjadi juara, yaitu untuk tahun 1915, 1916, 1917, 1919, 1923, 1925, 1929, dan 1932. Bahkan untuk 1919, 1925, 1928, dan 1932 tidak terkalahkan. Dari 8 kali pertandingan pada 1918, UNI menang 7 kali dan seri sekali. Pada 1925, dari 10 pertandingan, menang 7 kali dan seri 3 kali. Bahkan dari 12 kali pertandingan pada 1932, UNI tak sekalipun kalah.

Dari De Peangerbode ada tambahan keterangannya. Di sana disebutkan bahwa setelah keluar dari BVB dan mendirikan Voetbalbond Bandoeng en Omstreken (VBBO) pada 1935, UNI menjuarai kompetisi lokal yang diselenggarakan VBBO pada 1938, 1939, dan 1948. 

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB
X