Dari Olympia Jadilah Uitspanning Na Inspanning (UNI)

- Selasa, 27 Juli 2021 | 09:02 WIB
Potret para anggota Olympia tahun 1900. Banyak di antaranya yang menjadi pengurus dan pemain UNI.
Potret para anggota Olympia tahun 1900. Banyak di antaranya yang menjadi pengurus dan pemain UNI.

AYOBANDUNG.COM--Klub sepak bola bisa terbentuk dari suatu perhimpunan yang kegiatannya tidak berkaitan dengan kegiatannya. Misalnya, klub sepak bola tertua kedua di Bandung, Uitspanning Na Inspanning (UNI). Kesebelasannya dibentuk oleh organisasi yang berkutat dengan anggar dan senam, yaitu Scherm en Gymnastiek-Vereeniging “Olympia”. Nah, dalam tulisan kali ini, saya menelusuri sejarah Olympia dilanjutkan dengan pembentukan UNI serta perkembangannya, paling tidak hingga tahun 1953.

Jejak-jejak keberadaan dan pendirian Olympia mula-mula saya temukan dalam buku W. Berretty (40 Jaar Voetbal in Ned-Indie, 1934). Setelah itu, saya juga menemukan potongan informasinya dari surat kabar yang terbit di Bandung, De Preanger-Bode, antara 1900 hingga 1903. 

Baiklah, saya akan memulainya dari Beretty (1934: 97). Di dalam buku mengenai sejarah 40 tahun keberadaan sepak bola di Hindia Belanda (1894-1934) itu, Berretty menyertakan sebuah foto bertajuk “De eerste foto van UNI-BANDOENG uit den jare 1900” (Foto pertama UNI-Bandung dari tahun 1900). Tentu saja maksudnya para pegiat Olympia, karena UNI baru terbentuk pada 1903.

Dalam keterangan foto selanjutnya terbaca, perhimpunan anggar dan senam Olympia didirikan pada Januari 1900 dan menjadi cikal bakal berdirinya klub UNI pada 1903. Dalam foto juga ditampilkan para anggota Olympia sekaligus perintis UNI, yaitu R. Amade, Willems, L. Flores, C. Mouthaan, Zeyl jr., A. Meyer, W. Pelt, Clark, L. Burgemeester, E. Anthonijsz, W.L.V. Guldenaar, Ed. van Motman, J. van Zeyl, Ed. Alting Siberg, Seepers, R. Walintoekang, Meyer, Wim Kuik, Johannes, A, Mombaars, P. Visscher, Max Burgemeester, Bauer, Demangkoe, A. Toral, Max Stralendorff, Jaap Doeve, Burgemeester, dan G. Gray.

Menurut hasil penelusuran dari De Preanger-bode (5 Juli 1900), Olympia untuk pertama kalinya menyenggarakan penampilan musik pada Sabtu, 7 Juli 1900, di gedung Perhimpunan Braga. Adapun sajiannya adalah orkestra petik yang dibawakan oleh Ch. Goernat dan musik batalion. Dalam kesempatan tersebut, hadirin dipersilakan berdansa. Uang masuknya dipungut satu gulden untuk orang dewasa dan setengahnya untuk anak-anak.

Koran yang sama (edisi 23 Januari 1901) mengabarkan bahwa Olympia menyelenggarakan pementasan besar, ditingkahi penyampaian ceramah, pada Senin, 21 Januari 1901, pukul 21.00 di Braga. Uang masuknya sama, dan anak-anak di bawah usia 15 tahun setengahnya. Setelah acara selesai, hadirin dipersilakan berdansa yang akan diiringi oleh grup kuintet Italia. Selanjutnya pada Sabtu, 9 November 1901, Olympia akan menyelenggarakan acara ketiga kalinya. Tempat dan waktunya sama. Bagi para orang tua dan wali yang menjadi anggota perhimpunan tersebut tidak dipungut bayaran masuk (De Preanger-bode, 7 November 1900).

Pada 1902, Olympia terlibat dalam pementasan acara yang ditujukan untuk pengumpulan derma bagi institut bagi anak-anak tuna netra atau Blindeninstituut (De Preanger-bode, 11 Agustus 1902). Dalam laporan penyelenggaraan acaranya (De Preanger-bode, 12 Agustus 1902), disebutkan Olympia berhasil menyelenggarakan pementasan pada hari Sabtu di Societeit Concordia. Acaranya dipenuhi pengunjung, terutama anak-anak muda penggemar olah raga. Ceramahnya sangat menarik, demikian pula musik batalion dari Cimahi menjadi variasi yang sangat diperlukan. Dengan acara tersebut, kata penulis laporan, diharapkan pemasukannya dapat membantu Blindeninstituut.

Setahun kemudian, Olympia masih tercatat menyelenggarakan acara. Dalam De Preanger-bode edisi 3 dan 4 Maret 1903 diberitakan bahwa Olympia akan mengadakan pementasan pada hari Sabtu di aula Societeit Concordia. Acaranya sendiri akan dimulai pada pukul 22.00 dan dihibur dengan sajian musik kuintet Italia. 

Hasil penelusuran dari De Preanger-bode hanya didapat hingga 1903, sementara untuk tahun-tahun selanjutnya tidak ada lagi. Apakah ini berarti pada 1904 dan seterusnya, Olympia berubah menjadi klub sepak bola UNI sekaligus mengubah kegiatannya dari yang bersifat di dalam ruangan menjadi di luar ruangan? Kemungkinan tersebut memang sangat besar, mengingat para penggiatnya bahkan ketua Olympia sendiri adalah pendiri dan perintis klub UNI. Untuk itulah, kita dapat menengok lagi buku Berretty (1934) untuk menjawabnya.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Menyelesaikan Pandemi dengan Keimanan, Rasionalkah?

Jumat, 24 September 2021 | 22:58 WIB

Boring Daring, Saatnya Belajar Luring!

Jumat, 24 September 2021 | 19:56 WIB

Perlu Langkah Nyata Beradaptasi dengan Perubahan Iklim

Kamis, 23 September 2021 | 22:23 WIB

Alasan Wajib Bangga Menjadi Orang Bandung

Kamis, 23 September 2021 | 18:27 WIB

Buruk Pengelolaan Lapas di Indonesia

Kamis, 23 September 2021 | 17:28 WIB

Meragukan Keampuhan Strategi Joe Biden

Kamis, 23 September 2021 | 16:47 WIB

Optimistis Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka

Rabu, 22 September 2021 | 23:36 WIB

Oase Perdamaian

Rabu, 22 September 2021 | 22:00 WIB

OSVIA, Klub Sepak Bola Pribumi Pertama di Bandung

Rabu, 22 September 2021 | 16:51 WIB

Emas Hijau yang Perlu Kita Rawat dan Lestarikan

Selasa, 21 September 2021 | 23:30 WIB

JANGAN CABULI KAMI!

Selasa, 21 September 2021 | 22:30 WIB

Mesin Waktu dan Media Sosial

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB
X