Cara Diet Sehat dengan Puasa

- Minggu, 18 Juli 2021 | 12:20 WIB
Warga berolahraga di Taman Cilaki, Kota Bandung, Rabu 21 April 2021. Memasuki Bulan Ramadan, tidak menyurutkan sejumlah warga untuk tetap berolahraga meski tengah berpuasa.
Warga berolahraga di Taman Cilaki, Kota Bandung, Rabu 21 April 2021. Memasuki Bulan Ramadan, tidak menyurutkan sejumlah warga untuk tetap berolahraga meski tengah berpuasa.

Alternatif kegiatan yang dapat dilakukan ketika masa pandemi seperti sekarang ini yakni menjalankan diet.

Pembatasan aktivitas di luar rumah, yang menyebabkan tubuh kurang bergerak, tidak sedikit mengakibatkan kenaikan berat badan.

Maskipun masih banyak lagi faktor penyebab kenaikan berat badan, namun bagi yang ingin tetap memiliki berat badan dan bentuk tubuh idel, maka diet puasa salah langkah yang dapat dilakukan.

Menahan hawa nafsu makan dan minum dan menahan diri dari segala perbuatan tidak baik, merupakan penjabaran dari apa itu puasa menurut kepercayaan agama.

Sedangkan diet puasa sendiri diartikan sebagai salah satu pola makan yang diterapkan oleh orang-orang untuk menerapkan pola hidup sehat ketika menjalankan diet.

Tidak berfokus pada apa yang akan dimakan, melainkan fokus pada kapan atau waktu untuk makan.

Jika umumnya berpuasa dimulai dari terbit fajar hingga terbenam matahari, namun bagi sebagian orang, mereka berfokus pada durasi dan waktu untuk makan.

Dianjurkan dalam dunia kesehatan, diet puasa yang baik untuk kesehatan, yakni dilakukan secara baik dan benar.

Memperbanyak Minum Air Putih

Baik sedang menjalankan diet atau pun tidak, asupan air putih sangat dibutuhkan oleh tubuh, untuk dehidrasi dan tentu kesehatan tubuh.

Namun, kebutuhan asupan air putih ketika menjalankan diet puasa meningkat. Jika sehari-hari dianjurkan minum air putih sehari 8 gelas, namun ketika menjalankan diet puasa, dianjurkan minum 8-13 gelas sehari.

Konsumsi Protein yang Cukup

Kebutuhan tubuh akan protein dan nutrisi sangat besar, terlebih ketika menjalankan diet puasa. Protein sebagai sumber energi dan antibody harus dapat terpenuhi meskipun dengan durasi makan yang tidak seperti biasanya.

Diimbangi dengan menjalankan Olahraga

Meskipun sedang menjalankan diet puasa, namun olahraga yang cukup juga dapat membantu untuk melancarkan program diet yang sedang dijalani.

Tidak harus menjalankan olahraga yang berat namun dengan olahraga yang ringan dan tidak membutuhkan banyak gerak, dapat menjadi alternatif untuk olahraga ketika menjalankan diet puasa.

Salah satu olahraga yang dapat dilakukan yakni dengan melakukan yoga misalnya, atau bahkan lari yang dipercaya mampu menurunkan berat badan.

Tetap menjaga porsi makan ketika berbuka puasa

Meskipun telah seharian penuh tidak makan, namun harus diingat ketika berbuka puasa porsi makan harus tetap dijaga.

Dengan tetap memenuhi kebutuhan tubuh akan protein, karbohidrat, vitamin dan lain sebagainya.

Selain itu juga justru ketika melakukan diet puasa, porsi makan seiring berjalannya waktu akan berkurang. Karena volume lambung yang mengecil, sehingga ketika makan akan cepat kenyang.

Hindari makanan dan minuman yang tidak sehat

Hindari  makanan gorengan ataupun minuman manis yang mengandung pemanis buatan,karena akan menjadi salah satu penyebab gagalnya diet puasa yang dijalankan.

Cukup istirahat dan Tidur

Karena kurangnya asupan makanan ketika menjalankan puasa diet, maka istirahat yang cukup dan tidur yang berkualitas akan sangat berpengaruh pada kesuksesan diet yang dijalankan.

Selain itu juga istirahat yang cukup mampu menghemat energi yang di mana karena kurangnya asupan makanan, energi yang kita miliki akan berkurang tidak seperti ketika tidak menjalankan diet puasa.

Tidak berbeda jauh dengan diet ala Deddy Corbuzier metode diet OCD. Yang membedakan  dari kedua jenis diet ini yakni pada durasi dan jam makan.

Jika dalam diet OCD jam makan diperbolehkan dalam kurun waktu 8 jam atau 6 sampai 4 jam jam,dan diluar jam tersebut tidak diperbolehkan untuk makan,  namun dalam diet puasa, secara umum dilakukan dalam kurun waktu seharian penuh.

Namun harus selalu diingat, meskipun baik untuk kesehatan, tetapi setiap diet yang diterapkan memiliki risiko yang tidak baik bagi kesehatan jika tidak dijalankan dengan baik dan benar.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB

Memerdekakan Diri untuk Membaca Budaya

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:21 WIB

Kesenjangan Antara Masjid dan Toiletnya

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:40 WIB
X