Tahun Penuh Perubahan, 1932

- Selasa, 13 Juli 2021 | 10:54 WIB
Sipatahoenan (14 Mei 1932) yang mewartakan fusi BIVB dan NVB menjadi Persatoean Sepakraga Kebangsaan Bandoeng (PSKB) pada 13 Mei 1932.
Sipatahoenan (14 Mei 1932) yang mewartakan fusi BIVB dan NVB menjadi Persatoean Sepakraga Kebangsaan Bandoeng (PSKB) pada 13 Mei 1932.

Abong paribasa doenja teu langgeng, sakitoe boengahna koe lahir fusie ka doenja, djaoeh tangeh leuwih ti kitoe kahandjakalan djeung kasedihan, kadjadian noe timboel sanggeusna fusie goebrag ka doenja tea. Lain ngan ditilar maotna koe fusie noe masih keneh orok bae, tapi pangpangna, anoe leuwih matak handjakal, koe poejarna deui noe meunang ngahidjikeun tea. NVB moentjoel deui tina beulah taneuh, ari noe ngalajananan, minangka BIVB – na djaman ka toekang, nja PSIB ajeuna”. Demikianlah yang dikatakan oleh M.K. dalam tulisannya, “Voetbalbond(en)-Fusie-Sportpark” (Sipatahoenan/Sip, 7 Desember 1932).

Bila saya terjemahkan secara bebas, demikianlah jadinya: Barangkali betul ungkapan di dunia tidak ada yang abadi, sedemikian gembiranya dengan adanya fusi, tidak terpikir akan ada rasa sesal dan sedih, peristiwa yang terjadi setelah fusi itu. Bukan hanya ditinggalkan oleh matinya fusi yang dapat dikatakan masih bayi, tetapi terutama, yang demikian menyesakkan adalah dengan bubarnya bond yang telah dipersatukan itu.  NVB muncul lagi dari ketiadaan, yang menjadi lawannya, sebagaimana BIVB zaman dahulu, sekarang PSIB.

Dari kutipan di atas, M.K. sebenarnya dapat dikatakan menggambarkan keadaan hingga akhir 1932 yang terjadi pada bond-bond sepak bola pribumi di Bandung. M.K. tengah menyayangkan upaya susah payah untuk mempersatukan BIVB dan NVB tetapi kemudian terpecah lagi. Oleh karena itu, saya pikir, ada baiknya untuk menggambarkan keadaan yang terjadi sepanjang 1932 untuk mendapatkan gambarannya yang lebih menyeluruh.

Dari awal tahun hingga 17 April 1932, BIVB nampaknya menyelenggarakan kompetisi bagi klub-klub yang menjadi anggota bond tersebut. Ini diberitakan oleh Sip pada Senin, 11 April 1932. Di situ tertulis “Dina poe Minggoe anoe bakal datang di lapang ATVC, BIVB rek ngajakeun competitiewedstrijd anoe panoetoepan nja eta antara vv Singgalang-SVC” (Pada hari Minggu uang akan datang di lapang ATVC, BIVB akan menyelenggarakan pertandingan kompetisi pamungkas yaitu antara klub Singgalang versus SVC).

Di sisi lain, bond Belanda di Bandung, BVB, pada saat yang sama baru memulai kompetisi setelah lama berhenti. Dalam Sip edisi 16 April 1932, diberitakan “Sanggeus lila ngeureunan, BVB mimiti ngajakeun deui competitie. Saheulanan bagian 1d djeung 2e klas” (Setelah lama berhenti, BVN mulai mengadakan lagi kompetisi. Untuk sementara yang diselenggarakan adalah pertandingan kelas 1 dan kelas 2). Adapun pelaksanaannya mulai terjadi pada hari tersebut (Sabtu, 16 April 1932), yakni mempertemukan UNI II versus Minahasa II di Nieuw Houtrust dan pribumi vs Velocitas II di lapang Sidolig (“Engke sore anoe bakal ditandingkeun teh UNI II djeung Minahasa II, tempatna di Nieuw Houtrust, ari di lapang Sidolig priboemi contra Velocitas II. Moal boa doeanana oge pertandingan pirameeun”).

Namun, selama itu, barangkali di antara para pengurus dua bond pribumi di Bandung, BIVB dan NVB, tetap memendam keinginan untuk menyatukan diri. Ini terbukti paling tidak sejak sebulan kurang setelah BIVB mengakhiri kompetisinya. Dalam Sip (14 Mei 1932) tersiar kabar bahwa BIVB dan NVB bersepakat untuk fusi pada 13 Mei 1932, dengan nama Persatoean Sepakraga Kebangsaan Bandoeng (PSKB) (“Peuting tadi eta babadamian geus didjadikeun, sarta ngaranna diganti djadi PSKB [Persatoean Sepakraga Kebangsaan Bandoeng]”). 

Para pengurus yang terpilih untuk mengemudikan PSKB antara lain ketua Soedjono, wakil ketua Sadikin, sekretaris pertama Soedarma, dan sekretaris kedua Atot Soeriawinata. Selain itu, dari tiap klub yang tergabung dalam bond ada wakilnya sebagai komisaris. Semua klub sepak bola di Bandung dalam PSKB ada 14 klub (“Djaba ti eta ti oenggal club aja comissarissen. Noe kabeungkeut kana ieu voetbalbond teh aja 14 pagoejoeban” dan menginduk ke PSSI.

Sebagai tanda syukur atas pembentukan PSKB sekaligus pembubaran BIVB, para pengurus BIVB menyelenggarakan pertemuan dengan para anggotanya pada Sabtu malam, 11 Juni 1932, di Hotel Pasoendan (“Dina malem minggoe tanggal 11-12 Juni 1932, di Hotel Pasoendan geus diajakeun pesta sakadarna koe Bandoengsche Indonesische Voetbal Bond, nja eta mileuleujankeun dipendemna eta bond, sabab ngadegna bond anjar make ngaran Persatoean Sepakraga Kebangsaan Bandoeng [PSKB]”). 

Dari berita yang disiarkan Sip (15 Juni 1932) itu, kita juga jadi tahu bahwa anggota BIVB berjumlah 9 klub. Saat itu hadir 250 orang dari kesembilan klub tersebut. Di samping syukuran, BIVB memberikan hadiah kompetisi yang terakhir diselenggarakannya (“teroes ngabagikeun prijs ka sakoer club anoe geus oenggoel puntenna dina djalanan competitie mimiti taoen 1932”), yaitu klub RAN sebagai juara BIVB dengan raihan 11 medali, HVV mendapat posisi kedua, dan posisi ketiga ditempati klub Sedar.

Halaman:

Editor: Rizma Riyandi

Tags

Terkini

Peran Guru Mewujudkan Sumedang Simpati

Rabu, 18 Mei 2022 | 14:40 WIB

Mengelola Nilai Kebijaksanaan

Senin, 16 Mei 2022 | 19:37 WIB

Juara Liga 1 Musim Ini Harga Mati untuk Persib!

Jumat, 13 Mei 2022 | 11:08 WIB

China Belajar dari Perang di Ukraina

Selasa, 10 Mei 2022 | 09:31 WIB

Misteri Uga Bandung dan Banjir Dayeuh Kolot

Senin, 9 Mei 2022 | 12:02 WIB

Penduduk Cicalengka Tahun 1845 dan 1867

Jumat, 6 Mei 2022 | 19:10 WIB
X