Ajaran 'Homo Homini Socius' dari Roberto Mancini

- Senin, 12 Juli 2021 | 17:00 WIB
Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini.
Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini.

Pelatih timnas Italia, Roberto Mancini, tak bisa menahan tangis haru setelah berhasil membawa negaranya juara Piala Eropa (Euro) 2020 lewat drama adu penalti (3-2) kontra Inggris, Senin (12 Juli 2021) dini hari WIB.

Ambisinya untuk membawa Piala Henri Delaunay, nama trofi Euro 2020, akhirnya tercapai juga.  Anak asuhnya pesta kemenangan di Stadion Wembley, London, Inggris. Semula Timnas Inggris diunggulkan karena mempunyai keuntungan dukungan fans setianya yang memenuhi stadion berukuran 105 M x 699 M dengan kapasitas 90.000 tempat duduk. Ini stadion terbesar kedua di Eropa setelah Nou camp di Barcelona yang berkapasitaskan 98.000 kursi.

Trofi Henry Delaunay mengabadikan nama Sekretaris Jenderal pertama Uni Asosiasi Sepak Bola Eropa (UEFA). Delaunay punya ide kejuaraan antar negara Eropa. Namun  baru terwujud pada 1960 atau lima tahun setelah Henri Delaunay wafat pada 1955. UEFA mengabadikan namanya sebagai trofi. Untuk trofi Euoro ini sudah diperbarui oleh rumah desain asal Inggris, Asprey. Model trofi ini mempunyai bobot delapan kilogram atau lebih berat dua kilogram dibandingkan rancangan sebelumnya. Dari segi ukuran, piala model baru lebih panjang 18 sentimeter dibandingkan sebelumnya yang kini memiliki tinggi 60 sentimeter.

Model trofi yang diperbarui itu diangkat pertama kali oleh Iker Casillas, kapten Timnas Spanyol yang menjuarai Euro 2008. Pada Euro 2020 trofi itu diangkat oleh Giorgio Chiellini sang kapten Timnas Italia.

Mancini berulang-ulang memeluk anak asuhnya. Ibarat seorang teman, ia saling melampiaskan kegembiraan. Inilah keberhasilan Mancini membangun Timnas Italia yang 33 meraih kemenangan beruntun. Sederhana saja kiat Mancini, ia membangun rasa pertemanan di anggota tim.

Ia memberi teladan apa arti pertemanan itu. Dalam berbagai kemenangan,  Roberto Mancini dan Gianluca Vialli berpelukan dengan sangat hangat. Inilah dua sosok penting di balik Timnas Italia yang telah  bekerjasama selama lebih dari 40 tahun. Mancini sebagai pelatih utama dan Vialli sebagai koordinator tim. “Di luar lapangan akan membantu jika Anda berteman. Jika Anda melihat sesuatu dengan cara yang sama dan memiliki filosofi yang sama dalam hidup. Itu wajar," kata Vialli dalam Football Italia.

Pemain pun merasa nyaman. "Mancini telah mengubah mentalitas kesebelasan kami," kata bek Italia, Francesco Acerbi. "Dia berusaha agar kami merasa nyaman dengan posisi kami hingga kami tak merasa adanya tekanan apa pun. Dia telah membuat kami menjadi sebuah keluarga".

Ikatan kekeluargaan menjadi faktor penting dalam sebuah tim sepak bola. Seperti yang dikatakan Acerbi, mereka nyaman dengan identitas mereka di tim karena bermain bersama keluarga.

Mancini mengajarkan hal sederhana saja: semua adalah teman. Perspektif filsafat menyebutnya "homo homini socius", manusia adalah teman bagi sesamanya. Pernyataan ini disampaikan oleh filsuf Romawi Lucius Annaeus Seneca (4 SM - 65 SM). Pernyataan ini menanggapi "lupus est homo homini" (manusia merupakan serigala bagi sesama manusia) pada nukilan karya Titus Macciuz Plautus  seniman Romawi berjudul Asinaria.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Selamatkan Remaja dari Perilaku Kejahatan Seksual

Senin, 27 September 2021 | 12:46 WIB

Pemerintah China Diuji Kasus Evergrande

Senin, 27 September 2021 | 08:00 WIB

Menyelesaikan Pandemi dengan Keimanan, Rasionalkah?

Jumat, 24 September 2021 | 22:58 WIB

Boring Daring, Saatnya Belajar Luring!

Jumat, 24 September 2021 | 19:56 WIB

Perlu Langkah Nyata Beradaptasi dengan Perubahan Iklim

Kamis, 23 September 2021 | 22:23 WIB

Alasan Wajib Bangga Menjadi Orang Bandung

Kamis, 23 September 2021 | 18:27 WIB

Buruk Pengelolaan Lapas di Indonesia

Kamis, 23 September 2021 | 17:28 WIB

Meragukan Keampuhan Strategi Joe Biden

Kamis, 23 September 2021 | 16:47 WIB

Optimistis Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka

Rabu, 22 September 2021 | 23:36 WIB

Oase Perdamaian

Rabu, 22 September 2021 | 22:00 WIB

OSVIA, Klub Sepak Bola Pribumi Pertama di Bandung

Rabu, 22 September 2021 | 16:51 WIB

Emas Hijau yang Perlu Kita Rawat dan Lestarikan

Selasa, 21 September 2021 | 23:30 WIB

JANGAN CABULI KAMI!

Selasa, 21 September 2021 | 22:30 WIB

Mesin Waktu dan Media Sosial

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB
X