Pers Mahasiswa dan Aktivisme Digital

- Sabtu, 10 Juli 2021 | 21:35 WIB
ilustrasi pers.
ilustrasi pers.

AYOBANDUNG.COM--Sejak pandemi, perkuliahan yang dilakukan dari rumah membuat banyak aktivitas kampus tidak bisa lagi dilakukan seperti biasanya. Namun tidak untuk beberapa kelompok mahasiswa yang gemar berdiskusi perihal itu dan ini.

Kemajuan teknologi komunikasi mereka memanfaatkannya seoptimal mungkin mengingat hampir semua orang dipaksa tidak lagi gagap teknologi, khususnya internet.

Belum lama ini, ramai diskusi di masyarakat perihal unggahan media Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) yang mengunggah sebuah meme perihal presiden Joko Widodo. “The King of Lip Service” mejadi julukan yang ditujukkan kepada presiden. Publik ramai, ada yang setuju dan ada pula yang menentang. Secara tidak sadar, mahasiswa, media, dan kemajuan teknologi digital telah membuka peluang ruang diskusi baru untuk masyarakat ikut berpikir kritis.

Berbicara mengenai aktivisme digital yang memiliki arti sebagai upaya publik atau pengguna media digital yang ditujukkan kepada seseorang, organisasi, atau badan pemerintah guna mencapai sebuah tujuan tertentu demi kepentingan yang menyangkut seseorang atau orang banyak (Soempena, 2018). Aktivisme digital juga sering disebut dengan slacktivism, clicktivism, armchair activism, dan keyboard activism (Lim, 2013). Keberhasilan pergerakan sosial dalam aktivisme digital dapat diukur dari seberapa banyak orang yang mengikuti sebuah kegiatan aksi (Al-Qadr, 2020).

Kekuatan media digital dalam membentuk opini publik tidak dilewatkan oleh lembaga pers mahasiswa. Sama seperti media arus utama dan media alternatif saat ini, kebanyakan persma telah mengubah bentuk publikasinya dari konvensional, seperti majalah ke bentuk digital. Biasanya, mereka memanfaatkan website sebagai alat utama proses publikasinya.

Pengguna website ini juga didukung dengan pembuatan akun media sosial sebagai alat dalam mempropaganda produk jurnalistik sebuah persma. Salah satu alasannya adalah semakin banyaknya pengguna media sosial saat ini. Setiap orang rasanya tidak terlepas dari penggunaan internet di kesehariannya.

Kekuatan media digital dalam membentuk opini publik dapat memberikan pengaruh terhadap kebijakan pemerintah menyikapi sebuah kasus atau peristiwa yang terjadi di masyarakat (Damayanti et al., 2012). Seperti yang terjadi pada tahun 2018, dimana salah satu pers mahasiswa UIN Sunan Gunung Jati Bandung yang bernama LPM Suaka mempublikasikan hasil investigasinya mengenai tenaga pengajar yang menjadi pelaku pelecehan seksual.

Diskusi publik yang dikendarai oleh pers mahasiswa menandakan masih sehatnya kegiatan diskusi di kalangan mahasiswa. Selain itu, seperti kewajiban pers pada umumnya, pers mahasiswa juga memiliki kewajiban sebagai ‘anjing penjaga’ setiap kebijakan pemerintah. Hal ini perlu agar negara demokrasi tidak hanya identitas ideologi belaka.

Pers mahasiswa juga memiliki kekuatan dan peran yang besar dalam membuat keputusan suatu lembaga, baik universitas hingga pemerintah sekalipun. Seperti contohnya ketika kasus pelecehan yang terjadi di kampus UIN Sunan Gunung Jati Bandung, bersama pers mahasiswa bernama LPM Suaka, mereka mampu menguak kasus ini ke permukaan hingga mendapat perhatian media nasional dan masyarakat umum.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB

Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB

Jual Beli Jabatan Menjerat Walikota Tanjungbalai

Jumat, 10 September 2021 | 16:42 WIB

Jangan Membandingkan Manusia dengan Binatang!

Kamis, 9 September 2021 | 23:02 WIB

Vigilantisme Media Sosial

Rabu, 8 September 2021 | 11:58 WIB

Memahami Pemilihan Perdana Menteri Jepang

Senin, 6 September 2021 | 22:28 WIB
X