Menjaga Keseimbangan Fisik dan Mental Kala Pandemi Covid-19

- Rabu, 7 Juli 2021 | 13:40 WIB
Warga berolahraga di Taman Cilaki, Kota Bandung,  pada masa pandemi Covid-19.
Warga berolahraga di Taman Cilaki, Kota Bandung, pada masa pandemi Covid-19.

Berbicara soal pandemi Covid-19 memang tak ada habisnya jika dibahas saat ini. Saking sudah banyaknya korban, kata kunci Covid-19 akan memunculkan data kasus yang terjadi saat itu juga jika mengetikkannya di kolom pencarian browser.

Mengacu pada data yang ditunjukkan oleh JHU CSSE COVID-19, menunjukkan bahwa kasus positif di Indonesia sudah mencapai 2,2 juta kasus dengan kematian sebanyak 58.995 jiwa.

Bukan angka yang main-main karena ini menyangkut nyawa dan hajat hidup orang banyak. Walaupun virus ini sangat mudah menyerang fisik, namun masalah mental bahkan mental pun tak bisa kemudian diabaikan. Sebelum menyerang seseorang, tentunya virus ini menimbulkan kecemasan pada orang yang sehat. Mereka berlomba-lomba menangkan diri dan mengasingkan diri untuk tidak terjangkit virus mematikan ini.

Rasa khawatir memang harus masyarakat miliki sebagai antisipasi menjaga imun supaya tidak mudah diserang virus. Akan tetapi, tidak sedikit juga orang yang menjadi cemas berlebihan ketika melihat orang lain, tetangga, bahkan saudaranya sendiri meninggal karena Covid-19. Menurut Brooke dkk (2020), pandemi ini ikut andil mengusik ketenangan jiwa seseorang atau dalam kata lain banyak orang yang mulai terganggu kesehatan mentalnya.

Saking pentingnya kesehatan mental seseorang di tengah pandemi ini, Kementerian Kesehatan sampai mengeluarkan buku pedoman Dukungan Kesehatan Jiwa dan Psikososial (DKJPS). Dalam Jurnal Kependudukan Indonesia berjudul Kesehatan Mental Masyarakat: Mengelola Kecemasan di tengah Pandemi Covid-19 yang ditulis oleh Deshinta Vibriyanti, dijelaskan bahwa gangguan mental awalnya dipicu oleh masalah kecemasan atau anxiety. Jika melihat situasi saat ini, tentunya sangat berpeluang untuk menimbulkan masyarakat merasa cemas baik karena takut terpapar virus, kondisi ekonomi yang lesu, bahkan karena cemas terhadap masa depan yang belum jelas karena pandemi ini belum juga mereda.

Melansir dari alodokter.com, kelompok usia yang rentan terkena gangguan mental di tengah pandemi ini adalah lansia, anak-anak, dan petugas medis. Selain kecemasan, masalah yang perlu diperhatikan juga adalah bahwa kondisi pandemi yang semakin melonjak ini bisa mengakibatkan gangguan pada psikosomatis dan memburuknya kondisi pengidap diabetes atau hipertensi.

Oleh karena itu, bicara soal kondisi fisik, tentunya setiap orang harus menjaganya agar tetap bugar. Salah satunya dengan melakukan aktivitas fisik seperti olahraga. Lewat gerakan fisik, tubuh akan menghasilkan hormon endorfin yang fungsinya bisa mengendalikan kondisi mental, misalnya mengurangi stres, mengurangi perasaan khawatir, dan meningkatkan mood.

Hal lain yang tak kalah jauh penting adalah menyadari soal pentingnya mengatur gaya hidup supaya kesehatan mental tetap terjaga. Salah satunya adalah membatasi penggunaan media sosial untukk hal-hal yang tidak penting atau sekadar untuk scrolling. Hal ini sangatlah berperan dalam menjaga kestabilan pikiran karena media sosial jika digunakan untuk hal yang kurang bermanfaat hanya akan memicu perasaan minder yang berlebih terhadap unggahan teman yang menunjukkan pencapaian mereka.

Satu hal yang harus disadari juga yakni upaya untuk mengelola rasa stres. Mengelola stres bisa membuat pikiran dan jiwa menjadi lebih tenang. Adapun cara mengelola rasa stres bisa dilakukan dengan cara memperbanyak aktivitas fisik, usahakan untuk selalu berpikir positif, dan rajin melakukan relaksasi atau meditasi. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Stereotip Kesetaraan Gender Perempuan

Senin, 6 Desember 2021 | 12:43 WIB

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X