Negeri Merah

- Selasa, 6 Juli 2021 | 09:27 WIB
Infografis PPKM
Infografis PPKM

AYOBANDUNG.COM--Merah sering diidentikkan dengan warna keberanian dan patriotik. Setidaknya itu yang tercermin dari makna yang dikandung dalam bendera negara Indonesia, merah-putih. Namun, merah menjadi warna yang menakutkan. Apalagi kata “merah” didahului kata “zona”.

Pemetaan wilayah berdasarkan kasus paparan Covid-19 menjadi tren hingga hari ini. Bahkan, ledakan kasus terbaru saat ini cukup membuat mata terbelalak. Bukan hanya karena jumlahnya yang terbilang banyak, melainkan juga pada kebijakan dan respons masyarakat terhadap kebijakan pemerintah.

Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang sudah dilalui pada periode awal pandemi, sekarang masih diikuti dengan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Presiden Jokowi menetapkan aturan PPKM ini pada tanggal 1 Juli 2021, berlaku diterapkan pada tanggal 3-20 Juli 2021 di Jawa dan Bali.

Sejak awal pandemi Covid-19 melanda dunia, kita mengenal istilah zona merah. Pertimbangan pemberlakuan PPKM Jawa dan Bali kali ini pun karena itu. Namun, kali ini kita diperkenalkan dengan istilah level asesmen situasi pandemi Covid-19. Ada 45 kabupaten/kota di wilayah dengan sebutan level 4 dan 76 kabupaten/kota pada level 3.

Kriteria Level Penilaian Krisis Covid-19

Untuk diketahui, ada total empat level penilaian krisis Covid-19 di sebuah daerah berdasarkan indikator yang ditetapkan WHO.

Level 1 artinya ada kurang dari 20 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 2 artinya ada 20-50 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 5-10 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 1-2 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Level 3 artinya ada 50-150 kasus Covid-19 per 100 ribu penduduk, 10-30 kasus yang dirawat di rumah sakit per 100 ribu penduduk, dan 2-5 kasus meninggal per 100 ribu penduduk di daerah tersebut.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Optimistis Menghadapi Pembelajaran Tatap Muka

Rabu, 22 September 2021 | 23:36 WIB

Oase Perdamaian

Rabu, 22 September 2021 | 22:00 WIB

OSVIA, Klub Sepak Bola Pribumi Pertama di Bandung

Rabu, 22 September 2021 | 16:51 WIB

Emas Hijau yang Perlu Kita Rawat dan Lestarikan

Selasa, 21 September 2021 | 23:30 WIB

JANGAN CABULI KAMI!

Selasa, 21 September 2021 | 22:30 WIB

Mesin Waktu dan Media Sosial

Selasa, 21 September 2021 | 21:52 WIB

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB
X