Kesaadaran Masyarakat Soal Isu Kesehatan Mental Perlu Digaungkan

- Selasa, 29 Juni 2021 | 13:25 WIB
Ilustrasi penderita kesehatan mental yang masih tertutup karena masih dianggap sebagai aib.
Ilustrasi penderita kesehatan mental yang masih tertutup karena masih dianggap sebagai aib.

Sejak pandemi Covid-19 mulai masuk ke Indonesia, seluruh sektor kehidupan terganggu. Tidak terkecuali sektor pendidikan. Pemerintah mulai memberlakukan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di seluruh daerah.

Kedatangannya yang sangat mendadak membuat tenaga pengajar dan siswa kesulitan untuk beradaptasi. Bisa dibilang, semester awal PJJ sangat tidak kondusif. Maklum, saat itu semua orang masih mencari metode seperti apa yang pas untuk tetap menjalankan kegiatan belajar meski dari rumah masing-masing.

Banyak yang mulai berbaur, namun tidak sedikit pula yang kesulitan beradaptasi. Seperti misalnya dosen senior yang sulit mengoperasikan aplikasi yang digunakan saat pembelajaran, kurikulum yang sudah dirancang harus dirombak ulang, hingga kesulitan siswa yang sulit belajar dari rumah.

Kesulitan pelajar lumayan beragam. Penyebabnya ada yang di daerahnya sulit sinyal, tidak memiliki gawai atau laptop, hingga kenyamanan kondisi rumah. Kesulitan-kesulitan yang bertumpuk selama lebih dari satu tahun ini dikhawatirkan akan mempengaruhi mental siswa.

Tidak sedikit terdengar di telinga bahwa beberapa pelajar mulai mengalami gangguan mental hingga berujung di kanal berita dengan judul mengerikan. Judulnya “Siswa Bunuh Diri karena Belajar Online ...”. Sebagian besar pemberitaan menyoalkan mengenai pemberian tugas yang berlebihan.

“Karena di belajar di rumah, dia mungkin punya lebih banyak waktu untuk belajar. Tidak ada praktik, jadi mari buat tugas”. Mungkin sebagian besar pelajar menduga hal itu yang terlintas di pikiran para tenaga pengajar.

Sampai saat ini, kita masih belum tahu kebenarannya. Masalah terpenting disini adalah soal kesehatan mental para pelajar. Kasus yang berulang dan terjadi pada siswa SMP, SMA, hingga Mahasiswa perlu perhatian yang besar dari pemerintah. Meskipun saat ini belum ada data resmi yang menunjukkan angka berapa banyak para pelajar yang nekat mengakhiri hidupnya sebelum menemui masa depannya.

Isu kesehatan mental saat ini mulai digaungkan oleh banyak orang. Mereka mulai memandang masalah ini menjadi sangat penting untuk diperhatikan. Namun, tidak sedikit juga yang masih acuh tak acuh karena menganggap sakit jiwa hanya sebatas Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) di rumah sakit jiwa dan yang terlantar di jalanan.

Gangguan kesehatan mental menurut penelitian yang dilakukan oleh Adisty Wismani P, dkk., yang berjudul “Kesehatan Mental Masyarakat Indonesia” diartikan sebagai kondisi dimana seorang individu sulit dalam beradaptasi dengan kondisi lingkungan di sekitarnya.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB

Demam Belanja Online Berkedok Self Healing

Selasa, 23 November 2021 | 17:18 WIB

Pemimpin Masa Depan Bicara di Forum Dialog IISS

Selasa, 23 November 2021 | 08:56 WIB

Villa Isola: Venesia Kecil di Bandung Utara

Senin, 22 November 2021 | 16:59 WIB

Joki Tugas, Rahasia Umum di Masyarakat

Minggu, 21 November 2021 | 19:19 WIB

Mendidik dengan Sepenuh Hati

Minggu, 21 November 2021 | 16:24 WIB

Risalah Untuk Calon Suamiku

Minggu, 21 November 2021 | 12:42 WIB

Pahlawan Big Data di Tengah Pandemi

Jumat, 19 November 2021 | 21:55 WIB

Proses Terbentuknya Karanghawu

Jumat, 19 November 2021 | 15:37 WIB
X