Lontong Kari, Makanan Khas Bandung Alkurturasi Budaya India-Tionghoa

- Selasa, 29 Juni 2021 | 12:55 WIB
Lontong Kari Kebon Karet.
Lontong Kari Kebon Karet.

Untuk memahami dan mengidentifikasi sejarah dari lontong kari adalah dilihat dari bahan bakunya, terdapat hampir 16 bumbu seperti cengkeh, kapulaga, kayu manis, serai, daun pandan, pekak, bawang merah, bawang putih, cabai merah, kemiri, jahe, ketumbar, merica, jintan,  adas, daun kari.

Penelusuran sejarah dapat dilihat dari bentang pangan penggunaan bahan baku daun kari atau dikenal sebagai salam koja atau juga daun temurui. Tanaman ini otentik dari negara India Selatan.

Masuknya tanaman bumbu ke Kota Bandung dapat dipahami dalam prasasti Cibadak pada tahun 925 saka atau 1030 Masehi, di mana terdapat Kerajaan Sunda yang didirikan pada tahun 669-723 Masehi yang dipengaruhi oleh budaya India.

Dari mana asal mulanya?

Ada 16  bumbu yang terdapat di dalamnya yang menunjukkan akulturasi budaya India. Dan menariknya adalah adanya penggunaan daging kikil dan sengkel, lalu kecap dari gula aren, asam jawa, khas Indonesia.

Lalu terdapat juga kedelai goreng yang merupakan pengaruh akulturasi Tionghoa, yang berbeda dengan jenis lontong lainnya seperti lontong cap go meh di Surabaya dan lontong sayur dari Padang.

Sejak kapan lontong kari mulai bermunculan di Bandung?

Perkembangan munculnya Lontong Kari sejak tahun 1920. Ia mulai ada dengan penjual lontong kari berkeliling, khususnya di area Alun-Alun Kota Bandung. 

Masyarakat Kota Bandung sejak tahun 1956 sudah menjadikan area sekitar Gedung Pakuan sebagai destinasi kuliner. Mereka menikmati jajanan-jananan di sana bersama keluarga, teman, hingga kekasih mereka. 

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X