HUT Persib Harus Diganti, dari 14 Maret 1933 Jadi 18 Maret 1934!

- Selasa, 29 Juni 2021 | 08:10 WIB
Koran Sipatahoenan edisi 19 Maret 1934, media pertama yang mengumumkan kelahiran Persib.
Koran Sipatahoenan edisi 19 Maret 1934, media pertama yang mengumumkan kelahiran Persib.

Sudah lama saya hendak menulis mengenai sejarah pertama kali nama Persib digunakan. Namun, karena berbagai hal, baru kali ini saya bisa melakukannya.

Kehendak menulis ini terdorong karena adanya penemuan fakta “baru” yang sangat penting di sekitar proses kelahiran nama Persib. Setelah membuka-buka media-media lama, terutama yang ditemukan dalam koran Sunda Sipatahoenan, saya menemukan bahwa hari lahir Persib yang jatuh pada 1933 ternyata tidak berdasar, karena seharusnya jatuh pada tahun 1934.

Selama ini, tanggal 14 Maret 1933 memang dianggap sebagai hari lahir Persib. R. Risnandar Soendoro (Lintasan Sejarah Persib, 2001: 18) menyatakan, “Warna nasionalisme sangat kental mewarnai perjalanan sejarah Persib, yang secara resmi lahir pada tanggal 14 Maret 1933.”

Di halaman lainnya, ia juga menegaskan bahwa “Pada tanggal 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan lahirlah perkumpulan yang bernama Persib” (2001: 22).

Demikian pula yang dinyatakan Dani Wihara dan Endan Suhendra (Persib Aing, 2007: 14). Mereka berdua menyatakan bahwa pada dekade 30-an, di Bandung muncul dua perkumpulan sepak bola lain yaitu Persatuan Sepakbola Indonesia Bandung (PSIB) dan National Voetbal Bond (NVB). Pada 14 Maret 1933, kedua perkumpulan itu sepakat melakukan fusi dan muncullah perkumpulan sepakbola baru bernama Persib. Anwar St. Pamoentjak tercatat sebagai ketua umum pertamanya. Klub-klub yang menjadi anggota Persib ketika itu adalah Siap, Soenda, Singgalang, Diana, Matahari, OVU, RAN, HBOM, JOP, MALTA, dan Merapi”.

Namun, penulis yang sama, Endan Suhendra dalam karyanya (Persib Juara, 2014: 4) meragukan titimangsa tersebut. Ia mengatakan “Jujur, kecuali tradisi hari peringatan setiap tahun, sejauh ini belum ditemukan dokumen resmi yang menunjukkan bahwa Persib lahir pada 14 Maret 1933. Bond hasil fusi dipimpin seorang tokoh bernama Anwar St. Pamoentjak yang disebut-sebut sebagai ketua pertamanya.”

Senada dengan Endan, Aqwam Fiazmi Hanifan dan Novan Herfiyana (Persib Undercover: Kisah-kisah yang terlupakan, 2014: 2) meragukan titimangsa tahun 1933. Dalam subjudul “Hari jadi yang tak pasti”, mereka berdua menyatakan ketidakpastian tanggal 14 Maret 1933, yang membingungkan karena beberapa kali pergantian nama dari BVIB, PSIB, hingga Persib.

Namun, ada pula pernyataan menarik yang ditulis Aqwam dan Novan (2014: 3). Ketika membahas BIVB, dengan berdasarkan kepada majalah Pandji Poestaka (1934), mereka mengatakan bahwa seiring dengan semangat Sumpah Pemuda 1928 yang salah satu isinya adalah menjunjung bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan, BIVB mengubah namanya menjad Persatuan Sepak Bola Indonesia (PSIB). Nama ini kemudian pada 1934, nama Persatuan Sepak Bola Indonesia Bandung (Persib) mulai dipakai.

Demi meluruskan fakta terkait sejarah penggunaan nama Persib untuk pertama kalinya sebagaimana yang diperbincangkan para penulis di atas, termasuk pula di antaranya mengetengahkan ketua Persib yang pertama, saya menemukan tanggal 18 Maret 1934 sebagai hari pertama digunakannya nama Persib dan Anwar dari PSIB sebagai ketua pertamanya. Fakta ini saya dapatkan dari dua laporan yang ditulis dalam Sipatahoenan edisi Senin, 19 Maret 1934. Keduanya bertajuk “Persib: Almarhoem P.S.I.B. djeung N.V.B” dan “PSIB+NVB=PERSIB”.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Penguatan Status Kepegawaian Perangkat Desa

Minggu, 2 Oktober 2022 | 07:00 WIB

Mari Memperbanyak Boks Buku di Stasiun Kereta Api!

Kamis, 29 September 2022 | 11:27 WIB

Invasi Rusia di Ukraina Menuju Tahap Akhir

Kamis, 22 September 2022 | 20:11 WIB

Memahami Tatib Sekolah dengan Menjadi Reporter

Selasa, 20 September 2022 | 21:15 WIB

Citisuk

Senin, 19 September 2022 | 15:35 WIB

Indische Partij Cabang Cicalengka Tahun 1913

Minggu, 18 September 2022 | 14:51 WIB

Bogor Menjadi Destinasi Favorit yang Harus Dibenahi

Rabu, 14 September 2022 | 21:13 WIB

Kompi Artileri ke-19 di Nagreg sejak 1905

Minggu, 11 September 2022 | 14:19 WIB
X