Tinjauan Eskatologis tentang Gerakan Literasi

- Kamis, 29 April 2021 | 21:30 WIB
Ilustrasi buku sebagai salah satu sumber literasi.
Ilustrasi buku sebagai salah satu sumber literasi.

Muatan edukasi, informasi, dan penanaman benih pengetahuan yang dilakukan dengan gaya dan ciri khas genre karya itu sendiri. Baik dalam karya ilmiah, terlebih sastra untuk memanusiakan manusia. Alhasil, proses ini diharapkan akan melahirkan generasi literat. Generasi yang peka terhadap perubahan zaman, bukan malah tergerus dalam arusnya, melainkan menjadi penerus generasi yang senantiasa mengawal perubahan. Tentu dengan fondasi hakiki, kebenaran tanpa keraguan. Informasi tiada bias, bukan sekadar luapan emosi sesaat apalagi ujaran kebencian.

Berawal dari ayat-ayat literasi yang disebutkan di atas, bukan saja mengantarkan kita untuk mencari kandungan ayat-ayat qauliyah, melainkan pula menuntun generasi literat untuk mencari makna dari ayat-ayat kauniyah. Secara sederhana, generasi literat adalah generasi yang mampu menyelami apa yang tersurat dan apa-apa yang tersirat.

Tidak mustahil, generasi yang akan datang menjadi generasi emas seperti dambaan tujuan pembangunan bangsa. Pasalnya adalah, mereka hidup bukan untuk hari ini saja, melainkan memiliki tujuan nyata karena secara eskatologis, manusia akan mengalami kehidupan di alam kelak. Alam setelah dunia ini berakhir. Maka, tatanan kehidupan yang lebih baik di dunia sekarang tentu bukanlah isapan jempol belaka, sebab generasi literat senantiasa memiliki fondasi kuat dan visi yang mantap dalam menatap masa depan.

Sekelumit pencarian tautan eskatologis dengan gerakan literasi ini patut dipertimbangkan, sebab kehidupan akan berlanjut setelah akhir kehidupan itu sendiri. Kehidupan fana untuk menyongsong kehidupan abadi. Di alam sana, di hadapan Mahkamah Agung Konstitusi Literasi Sejati. Karya agung literasi seyogyanya mendayagunakan segenap keagungan Tuhan sebagai Sang Pencipta Maha Karya. Semoga tulisan singkat ini dapat mengawali upaya menautkan literasi dengan eskatologi. Paling tidak karya kita abadi di kehidupan anak-cucu kita, kelak. Abadi dalam karya atau hilang di balik meja sidang penilaian baik, buruk, bermanfaat, atau hanya menjadi seonggok sampah sejarah.

Allahu a’lam bishshawab. [*]

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB

Memerdekakan Diri untuk Membaca Budaya

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:21 WIB

Kesenjangan Antara Masjid dan Toiletnya

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:40 WIB

Evergrande CS Membuat China Bangkrut?

Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X