Menyikapi Secara Proporsional Pidato Biden

- Kamis, 22 April 2021 | 17:50 WIB
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.
Presiden Amerika Serikat, Joe Biden.

Badan Penyelidik Federal (FBI) mengungkapkan setidaknya 15% kaum muslim mengalami tindak kriminal tetapi yang dilaporkan umumnya menyangkut perundungan (bully). Tindakan itu kerap disangkutkan dengan kebencian terhadap agama.

Dibanding agama Kristen atau Yahudi, penganut agama Islam paling beragam dalam konteks negara, bahasa dan budaya.  Separuh kaum muslim berasal dari luar negeri. Mereka berasal dari Afrika, Teluk Persia, Asia Selatan, seperti Bangladesh, Pakistan dan India serta Asia Tenggara. Sisanya dilahirkan di Amerika Serikat.

Pada awal tahun 2017, pemerintah melarang kaum muslim dan pengungsi, yang umumnya berasal dari berbagai negara konflik, datang serta menetap di Amerika Serikat. Larangan ini sebenarnya bertentangan Undang-Undang Dasar dan Hak-Hak Sipil tetapi pemerintah Presiden Trump tidak peduli.

Pidato Biden memberi harapan baru bagi kaum muslim yang belakangan ini tertekan, mekipun realisasi pernyataan itu masih harus ditunggu. Sebagaimana diketahui Presiden Barrack Obama pada masa pemerintahannya, 2009-2017, membentuk seksi diplomasi kaum muslim pada kementerian luar negeri. Kenyataannya hal ini tidak terlalu efektif sebab bagaimana berhubungan 1,8 miliar penganut agama Islam.

Atas dasar itu, Biden kemungkinan diharapkan bersikap realistis. Misalnya dengan merealisasikan janji mengizinkan hingga 125 ribu pengungsi menetap di Amerika Serikat setiap tahun.

Sebelumnya, Trump menetapkan membekukan masuknya para pengungsi ke Amerika Serikat (AS) selama 120 hari. Melarang para pengunjung dari tujuh negara yang penduduknya kebanyakan Muslim, yaitu Irak, Suriah, Iran, Sudan, Libya, Somalia, dan Yaman. Khusus untuk Suriah, larangan masuknya pengungsi diberlakukan tanpa batas.

Trump berkilah larangan tersebut bukan berdasarkan kebencian atas agama, melainkan karena alasan keamanan.

Peran Kaum Muslim

Walaupun jumlah penganut agama Islam sangat sedikit tetapi mereka berperan pada tempat pemilihan lokal di negara-negara bagian yang diperebutkan (swing states) para Capres seperti, Virginia, Ohio, Florida, Michigan, Wisconsin dan Pennsylvania. Masyarakat muslim berperan mencegah Trump meraih kemenangan. Pada Pilpres 2016, Trump meraih kurang dar 11 ribu suara. Dalam Pilpres yang lalu, jumlahnya tak jauh berbeda.

Data menunjukkan kaum muslim sudah mendukung AS sejak awal. Bampett Muhammad dan Yusuf Ben Ali membantu Jenderal George Washington melawan pemerintah kolonial Inggris. Peter Buckminster, yang kemudian berganti nama menjadi Saleem Buckminster, menembak mati Mayor Jenderal   John Pitcairn dalam pertempuran Bunker Hill.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB

Memerdekakan Diri untuk Membaca Budaya

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:21 WIB

Kesenjangan Antara Masjid dan Toiletnya

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:40 WIB
X