Lagu yang Terinspirasi Situ Aksan

- Kamis, 25 Maret 2021 | 12:30 WIB

Sampai tahun 1950-1960, suasana Bandung yang sejuk, yang setiap pagi masih mengepulkan uap dari mulut yang bercengkrama, keadaan itu berpengaruh pada tampilan raga dan jiwa warganya. Pipi gadis Bandung saat itu merah ranum, dengan kulitnya yang hejocarulang, kuning langsat.

Kesantunan dan kecantikan gadis Bandung adalah pesona yang melegenda. Tak heran, ketika komponis besar Ismail Marzuki mulai bertugas di Bandung tahun 1936-1937, telah banyak menciptakan lagu yang berlatar kota ini.

Dalam tulisan ini disajikan dua karya seniman besar, yaitu Ismail Marzuki dengan lagunya Kebaya Bandung, dan Mang Koko (Koswara) dengan lagunya Situ Aksan.

Ismail Marzuki: Kebaya Bandung

-
Ismail Marzuki, salah seorang komponis besar Indonesia. (Istimewa)

Ismail Marzuki lahir di Kwitang, Senen, Jakarta pada tanggal 11 Mei 1914. Komponis besar, pahlawan Nasional, yang karya-karyanya sangat dekat dengan masyarakat Bandung, seperti empat dari 250 lebih lagunya, yaitu: Halo-halo Bandung, Bandung Selatan Diwaktu Malam, Juwita Malam, dan Panon Hideung.

Bang Ma’ing, begitu panggilan akrabnya, jatuh cinta kepada gadis yang membuatnya mabuk kepayang. Asmaranya kepada Eulis Bandung telah menginspirasi untuk menciptakan lagu Panon Hideung, lagu pujaan dan pengharapan Ismail Marzuki kepada Eulis Zuraidah, primadona dari klub musik di Bandung. Pada tahun 1940, akhirnya Ismail Marzuki menikah dengan gadis pujaannya itu.

Inilah beberapa karya musik Ismail Marzuki: Halo-halo Bandung, Bandung Selatan Diwaktu Malam, Juwita Malam, dan Panon Hideung, Kebaya Bandung, Lenggang Bandung, Ariyati, Bandaneira, Bunga Anggrek, Bunga Tanjung, Diambang Sore, Gugur Bunga, Hanya Semalam, Hari Lebaran, Indonesia Pusaka, Jangan Ditanya, Jauh Dimata, Juwita Malam, Karangan Bunga dari Selatan, Kasim Baba, Keroncong Serenata, Lambaian Bunga, Melati di Tapal Batas, O Sarinah, Payung Fantasi, Rayuan Pulau Kelapa, Rindu Lukisan, Roselani, Sabda Alam, Sampul Surat, Selamat Datang Pahlawan Muda, Selendang Sutra, Sepasang Mata Bola, Tinggi Gunung Seribu Janji, Wanita.

Ismail Marzuki meninggal di Kampung Bali, Tanah Abang, Jakarta, pada tanggal 25 Mei 1958 pada usia 44 tahun, dan dimakamkan di TPU Karet Bivak, Jakarta. Pada tahun 1968 namanya dijadikan nama pusat kebudayaan, Taman Ismail Marzuki (TIM), di kawasan Salemba, Jakarta Pusat. Pada tanggal 5 November 2004 ditetapkan sebagai pahlawan Nasional Indonesia.

Pujian akan keindahan alam, keramaian kota, dan gadis Bandung, terungkap dalam lagu Kebaya Bandung, yang semakin melekatkan Situ Aksan sebagai salah-satu tempat pelesiran mojang geulis Kota Kembang. Lagu Kebaya Bandung dapat diputar di YouTube, dinyanyikan oleh Johan Yaques Alex Nanlohy atau Johan Untung.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB
X