Istilah “Ghosting” yang Mendadak Viral

- Selasa, 9 Maret 2021 | 11:37 WIB
Kaesang dan Felicia, kata ghosting banyak digunakan dalam pemberitaan mereka.
Kaesang dan Felicia, kata ghosting banyak digunakan dalam pemberitaan mereka.

AYOBANDUNG.COM--Beberapa hari ini, di media sosial seperti Facebook, orang-orang sedang ramai membahas ghosting.

Sebuah istilah yang tergolong baru yang mendadak menjadi viral setelah beredar kabar putusnya hubungan (pacaran) anak seorang presiden dengan seorang gadis yang digadang-gadang akan menjadi pendamping hidupnya. 

Di sini saya tak akan membahas tentang seputar kehidupan anak presiden tersebut bersama mantan pacar atau dengan pacar barunya tersebut. Saya hanya akan fokus mengulas tentang istilah ghosting yang mendadak viral di dunia maya.

Dalam tulisannya (Tirto id), Dipna Videlia Putsanra berusaha memaparkannya; Ghosting (sebagaimana dilansir Heathline) adalah perilaku tiba-tiba menghilang dari kehidupan seseorang tanpa menelepon, email, atau SMS. Ghosting telah menjadi fenomena umum di dunia kencan modern, dan juga di lingkungan sosial dan profesional lainnya. 

Menurut Psikiater Roslina Verauli (Baliexpress), M.Psi.,Psi, tindakan ghosting adalah perilaku primitif yang bisa dilakukan oleh siapa pun, baik laki-laki maupun perempuan. Bisa dikatakan ghosting termasuk tindakan pengecut. Alasannya, karena satu pihak ingin memproteksi dirinya sendiri, meskipun menimbulkan luka pada orang lain.

Mengurai Penyebabnya

Sebenarnya, apa yang menyebabkan seseorang tiba-tiba mengidap perilaku tak sehat bernama ghosting tersebut? Menurut saya, banyak faktor yang melandasinya. Misalnya, ketika seseorang sudah merasa tidak ada kecocokan dengan pasangannya, tapi karena ia merasa sungkan, tidak tega, atau tidak enak hati untuk mengatakannya secara langsung, maka ia lebih memilih pergi menghilang begitu saja, tanpa kabar dan penjelasan. 

Bagi saya, perilaku ghosting ini tak hanya ditujukan kepada mereka yang tengah menjalin asmara dengan pasangannya, tapi juga hubungan yang lebih umum terhadap sesama manusia. Misalnya, ketika seseorang yang memiliki utang pada kita tiba-tiba menghilang entah ke mana. Dia sengaja menghilang karena tak mau membayar utangnya. Dia sengaja lari dari tanggung jawabnya. 

Mungkin pada waktu menghilang, dia merasa bisa terbebas dari utangnya, tapi sifatnya itu hanyalah sementara saja. Karena saya yakin, dia akan terus dikejar-kejar oleh perasaan bersalah kepada kita yang telah berjasa memberikan utangan kepadanya.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB

Para Pejabat Cicalengka Tahun 1871-1923

Jumat, 3 Juni 2022 | 15:02 WIB
X