Menanti Internasionalisasi Persaingan Tajam Amerika Serikat-China

- Sabtu, 20 Februari 2021 | 14:17 WIB
Logo NATO
Logo NATO

AYOBANDUNG.COM--Manfaat Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) mulai diragukan setelah Uni Soviet bubar, juga ketika negara-negara pecahan Uni Soviet dan anggota Pakta Warsawa bergabung ke dalam organisasi pertahanan itu. Jumlah anggota NATO sekarang mencapai 30 negara.

Belakangan diketahui alasan pendirian NATO bersifat politik dan ekonomi. Kekuatan militer hanya alat untuk mencapai tujuan yakni mewujudkan sistem politik demokratis, merealisasikan pasar bebas atau sistem liberal.

Atas dasar itu, pasukan-pasukan dan peralatan militer NATO dipakai untuk melibas negara-negara yang pemimpinnya melawan Barat. Irak dan Libya yang berada di luar benua Eropa diserbu dengan dalih Saddam Hussein dan Moammar Khadafi diktator. Begitupun Afghanistan yang menjadi sarang teroris pimpinan Osama bin Laden. 

Motif Barat tak sepenuhnya murni sebab invasi militer, kemudian disusul dengan eksploitasi migas dan bahan tambang, termasuk mineral strategis. Perusahaan-perusahaan  multinasional dengan lobi-lobi politiknya mengambil keuntungan besar.

Australia yang mulanya enggan terlibat akhirnya mengirim pasukan khusus ke Afghanistan dan Irak, setelah 202 warganya tewas akibat ledakan bom di Bali tahun 2002. Selain itu anggota baru dalam NATO, seperti Republik Macedonia, menempatkan pula pasukannya di Afghanistan.

Pembubaran NATO sepertinya merupakan angan-angan. Ke 30 negara anggota NATO beberapa hari lalu mengadakan pertemuan secara virtual dengan topik pertahanan dan penjeraan, pembagian beban. Pertemuan juga membahas beberapa aspek dari gagasan sekjen Jens Stoltenberg yakni Prakarsa NATO tahun 2030. 

Dalam pertemuan itu, Menhan AS Lloyd Austin menegaskan kembali tekad AS untuk merevitalisasi hubungan dengan NATO.  Komitmen AS terhadap pasal kelima dalam Perjanjian Washington tidak berubah, ujar juru bicara Kemenhan John Kirby.

Pasal kelima itu intinya berisi bila salah satu negara atau banyak negara anggota di Eropa Utara maupun Amerika Utara mendapat serangan bersenjata maka negara-negara anggota lainnya akan membantu. Sifat bantuan ini sejalan dengan pasal 51 Piagam PBB. 

Setiap serangan bersenjata dan tindakan balasannya segera dilaporkan ke Dewan Keamanan PBB. Langkah-langah balasan itu harus diakhiri bila Dewan Kemaman telah mengambil tindakan yang diperlukan untuk memulihkan dan memelihara serta mempertahankan perdamaian dan keamanan. 

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB

Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB

Jual Beli Jabatan Menjerat Walikota Tanjungbalai

Jumat, 10 September 2021 | 16:42 WIB

Jangan Membandingkan Manusia dengan Binatang!

Kamis, 9 September 2021 | 23:02 WIB

Vigilantisme Media Sosial

Rabu, 8 September 2021 | 11:58 WIB

Memahami Pemilihan Perdana Menteri Jepang

Senin, 6 September 2021 | 22:28 WIB
X