Letusan Gunung Sunda, Membendung Ci Tarum Membentuk Danau Purba

- Jumat, 5 Februari 2021 | 08:54 WIB
Celah sempit Ci Tarum di Cikahuripan.
Celah sempit Ci Tarum di Cikahuripan.

Peristiwa besar letusan gunung api telah mengubah bentang alam dalam waktu yang sangat singkat. Kejadian ini pernah terjadi di Cekungan Bandung, ketika Gunung Sunda, 20 km di utara Kota Bandung, meletus maha dahsyat.

Gunung Sunda yang tingginya 4.000 m dpl, meletus antara 210.000-105.000 tahun yang lalu. Pada letusan dengan semburan gas yang sangat tinggi, telah menghamburkan bebatuan, pasir, abu dari dalam tubuh gunung.

Menurut Rudy Dalimin (1988), jumlah ignimbrit yang dihamburkan ke angkasa itu mencapai 66 km kubik, tersebar di kawasan seluas 200 km persegi. Inilah yang oleh Mochamad Nugraha Kartadinata (2005) dikelompokkan ke dalam letusan fase ignimbrit, yang terjadi 105.000 tahun yang lalu. Di selatan pusat letusan, pada jarak sampai 14 km, ketebalan endapan material letusannya mencapai rata-rata 40 m.

Letusan maha dahsyat Gunung Sunda telah mengosongkan tubuh gunungnya, sehingga bagian atasnya tidak sanggup lagi menyangga beban. Inilah yang menyebabkan tubuh gunung ambruk ke bagian dalam, membentuk kaldera dengan ukuran 6,5 x 7,5 km.

Material letusan maha dahsyat dari Gunung Sunda itulah yang membendung Ci Tarum di kawasan Padalarang dan sekitarnya, 15,5 km di selatan gunung. Luncuran material letusan itu, hanya dalam waktu yang singkat telah membendung Ci Tarum. Maka air sungai menjadi tergenang, dan secara perlahan, terbentuklah Bandung Purba">Danau Bandung Purba.

-
Peta Perubahan Aliran Ci Tarum. (T Bachtiar)

Pada mulanya, Ci Tarum mengalir dari Gunung Wayang dan anak-anak sungai lainya. Sampailah aliran itu di A (pada peta di atas), terus mengalir ke B, ke C, ke D, dan seterusnya mengalir ke utara hingga di Laut Jawa.

Lalu terjadi letusan Gunung Sunda, yang material letusannya membendung Ci Tarum di sekitar Padalarang. Ruas sungai antara B—C hilang tertimbun. Bagian Ci Tarum (C—D) berubah menjadi anak sungai Ci Tarum. Di kemudian hari, namanya menjadi Ci Meta, akhirnya bermuara kembali di Ci Tarum.

Air Ci Tarum membentuk danau Bandung purba yang luas, dengan paras tertinggi mencapai +725 m dpl. Danaunya membentang barat-timur, dari Cicalengka hingga Rajamandala, yang dipisahkan oleh Pematang Tengah yang berupa gunung-gunungapi purba. Lebar danau utara-selatan, satu di antaranya pantainya di perempatan Jl LLRE Martadina dengan Jl Dago dan Jl Merdeka, mengikuti ketinggian +725 m dpl, hingga selatan di Soreang, Ciparay, Baleendah, dan Majalaya. 

15.000 tahun setelah danau Bandung purba terbentuk, Gunung Tangkuban Parahu membangun dirinya dari sisi timur kaldera Gunung Sunda.

Halaman:

Editor: Aris Abdulsalam

Tags

Terkini

Jadilah Generasi Pelurus, Bukan Penerus!

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:28 WIB

Cara Kim Jong-un Keluar dari Tekanan AS

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:24 WIB

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB
X