Jatayu, Kawasan Ekonomi yang tak Pernah Mati

- Minggu, 17 Januari 2021 | 11:55 WIB
Kios tempat penjualan perlengkapan militer dan kebutuhan lainnya di Pasar Hejoan Jatayu
Kios tempat penjualan perlengkapan militer dan kebutuhan lainnya di Pasar Hejoan Jatayu

Onderdil yang disediakan terdiri dari kanlpot, velg, cakram rem, tali rem dan onderdil lainnya. Onderdil yang ada bisa yang original atau lokal tergantung baaimana kebutuhan yan diinginkan pembeli. Tak mengherankan jika tiap hari banyak sekali orang yang mendatangi kios dan lapak penjual onderdil kendaraan ini. Tapi perlu diinga,t membeli onderdil di kawasan ini haruslah santai agar mendapatkan barang yan diinginkan. Artinya, perlu kesabaran di dalam mencari onderdilnya agar baran yag didapatkan memuaskan dan membuat kendaraan kita menjadi enak digunakannya.

Di Jatayu pun terdapat Pasar Hejoan Jatayu. Disebut Pasar Hejoan karena di pasar tersebut menyediakan berabagai peralatan tentara seperti sepatu, kaos militer, seragam, pisau, tenda, rompi, ransel dan lain sebagainya. Tidak hanya peralatan untuk tentara atau militer, di pasar ini juga  disediakan kebutuhan untuk sekuriti, pramuka dan juga pecinta alam. Harga yan ditawarkan relatif bersahabat sehingga dari luar kota pun seringkali belanja ke sini, yang artinya peralatan yang tersedia di sini terbilang komplit.

Yang jelas di pasar ini ada yang dibeli secara langsung atau melalui pesanan. Pasar ini menyediakan perrlengkapan militer secara keseluruhan karena dengan begitu akan memudahkan pembeli. Pasar buka pagi  dan ditutup sore kecuali ada pesanan mungkin bisa sampai malam.  Penjual perlengkapan militer ini ada yang tinggal di daera luar ada juga yan tinggal di dekat pasar tersebut hingga sangat dimudahkan untuk bisa melayani pembeli secara baik.

Jadi begitu jelas jika kawasan Jatayu adalah kawasan ekonomi strategis yang tak pernah mati. Hingga kita pun bisa melihat geliat ekonomi selalu tumbuh dan berkemban di daerah ini. Jika datang ke kawasan ini maka datang ke satu tempat bisa dengan tiga tujuan. Sambil menyelam maka dua tiga pulau akan terlampaui.***

(Deffy Ruspiyandy/Penulis artikel dan penulis ide cerita di SCTV)

Halaman:

Editor: Ananda Muhammad Firdaus

Tags

Terkini

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB

Memerdekakan Diri untuk Membaca Budaya

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:21 WIB

Kesenjangan Antara Masjid dan Toiletnya

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:40 WIB
X