Melihat Kembali Situ Ciburuy

- Kamis, 7 Januari 2021 | 11:47 WIB
Gerbang Masuk Situ Ciburuy sedang bersolek (7/11/2020)
Gerbang Masuk Situ Ciburuy sedang bersolek (7/11/2020)

AYOBANDUNG.COM -- Keberadaan Situ Ciburuy sebagai salah satu telaga yang menjadi legenda di kawasan Kabupaten Bandung Barat pantas untuk menjadi perhatian kita bersama. Meski diakui banyak hadir tempat wisata baru, namun  daerah tersebut masih menarik untuk dikunjungi.

Kendati saat ini jelas menurun pengunjung yang datang ke sana, namun begitu, keindahan panorama alamnya tetap menjadi destinasi wisata yang tak pantas dilewatkan oleh siapapun karena membuat penasaran orang yang telah lama mengenalnya menenalnya.

Mengunjungi tempat wisata ini jelas meningatkan sebuah lagu yang enak didengar dan penuh makna. Bubuy bulan, Bubuy bulan sangray bentang, Panon poe, Panon poe disasate, Unggal bulan,unggal bulan unggal bulan abdi teang, Unggal poe, unggal poe, Unggal poe oge hade, Situ Ciburuy, laukna hese dipancing, Nyeredet hate, Ningali ngeplak caina, Duh eta saha nu ngalangkung, unggal enjing, Nyeredet hate, Ningali sorot socana.

Situ Ciburuy sendiri berada di areal yang memiliki luas 40 hektare. Kawasan ini dilengkapi pula oleh adanya berbagai permainan yang telah dioperasikan sejak 26 tahun silam. Jadi yang mendatangi kawasan wisata ini tidak hanya khusus orang dewasa melainkan anak-anak pun bisa diajak kemari.

-
Seorang lelaki di pinggir Situ Ciburuy sedang berusaha menangkap ikan (7/11/2020) (Deffy Ruspiyandy)

 

Selain bisa menikmati wisata air, di tempat ini pun kita bisa berjalan-jalan atau berolah raga lari karena udaranya masih segar dan suasananya sangat mendukung untuk program hidup sehat bagi orang yang berkunjung ke sana.

Berkunjung ke tempat ini khususnya untuk warga Kota Bandung sangatlah dipermudah. Apalagi pihak Damri sengaja menyediakan angkutan bis jurusan Alun-alun-Ciburuy. Artinya, bahwa mereka yang akan berkunjung bisa menggunakan bis tersebut atau menggunakan bis dari Terminal Leuwipanjang yang menuju Cianjur atau Sukabumi. Juga yan yang datan dari kawasan Jakarta tinggal menunakan bis menuju Bandung yang melewati dua kota ini. Posisi Situ Ciburuy sangat strategis karena keberadaannya terlihat di pinggir jalan.

Memang saat mengunjungi Situ Buruy waktu itu tampak kawasan wsiata ini sedang dipercantik  termasuk pembuatan nama Situ Ciburuy di pinggir jalan dalam proses. Karena masih dalam pandemi Covid 19 rupanya penunjun yan datan tidaks eramai pada ari normal. Tetapi tetap saja terliat beberapa orang yang berkunjung ke tempat wisata dan diketahui mereka datang dari Majalaya, Kabupaten Bandung. Sehingga tak salah jika situ yang satu ini tetap memiliki pesona tersendiri yang membuat orang-orang penasaran untuk melihatnya.

Air yang menenan beigtu luas sangatlah memanjakan mata yang memandang. Belum lagi pepohonan yang menyertai situ itu menambah keindahan yang terlihat oleh mata. Perahu-perahu pun berjejer di pinggir pantai, sementara beberapa orang yang menggunakan rakit mencoba peruntunagn untuk memancing ikan. Beitupula seorang lelaki yang berada di pinggir situ terlihat senang karena berhasil menangkap ikan. Benar-benar terasa mata dimanjakan karena mendapatkan hiburan yang cukup menyenangkan hati.

Tempat wisata ini dikelola Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Bandung Barat dengan tiket masuk hanya Rp 7.500/orang namun uang yang dikeluarkan tidaklah seberapa dibanding dengan pemandangan alam yang indah terhampar di depan mata. Bahkan jika kita beruntung antara hari Sabtu dan Mniggui kita pun akan disuguhi dengan atraksi para pedayung yang sedang berlatih di Situ Ciburuy. Jadi jika dihitung untuk datang ke tempat ini tidak harus merogoh kocek begitu dalam asal punya Rp50.000 saja dari Kota Bandung bisa datang ke tempat ini dan berperahu saja hanya Rp15.000/orang. Sementara onkos pulang pergi Rp20.000 dan untuk makan cukuplah beli cuankie Rp5.000. Jadi kalau berkunjung ke Situ Ciburuy, siapapun akan mudah untuk melakukannya.

Tentu saja tak bisa kita pungkiri juga ketika pandemi melanda negeri ini membuat Situ Ciburuy pun terlihat sepi. Bakan para pedagang ataupun warung-warun yang ada jelas menurun penghasilannya. Ketika mencoba mengelilingi daerah daratan yang berada di sekeliling Situ Ciburuy tampak jarang terlihat orang bahkan ada juga yang tidak berjualan alias warungnya tutup. Hal ini terjadi karena memang jumlah kunjungan yang ada sangat menurun drastis. Berada di sana dua jam pun orang yang berkunjung bisa dihitung dengan jari.

-
Perahu yang sedang menepi di pinggir Situ Ciburuy (7/11/2020). (Deffy Ruspiyandy)

 

Selain Indah, objek wisata ini juga sarat akan nilai sejarah. Menurut sejarah, Situ Ciburuy dulunya merupakan peninggalan dari Prabu Siliwangi. Prabu Siliwangi yang terkenal akan kesaktian dan ajian macan putihnya.Awalnya, danau ini digunakan sebagai area pertarungan para jawara di Pulau Jawa. Yang mana terbentuk karena dua buah sungai yang ujungnya bertemu di Desa Ciburuy. Jadi, dapat dikatakan bahwa tempat ini memegang peran penting dalam acara yang bergengsi pada masanya.

Jadi bukan saja berwisata menikmati keindhaan alamnya melainkan jika mau lebih dalam menggali ternyata Situ Ciburuy menyimpan sejarah yang cukup menarik. Karenanya jika berkunjung ke tempat ini takkan sia-sia karena mendapatkan nilai plus dalam segala hal. Tak salah jika anggota keluarga pun jika situasinya sudah normal maka bisa diajak berwisata ke situ Ciburuy. Teramat sayang jika dilewatkan karena selain mura jua susana bisa menyenangkan hati orang yang berkunjung ke tempat ini.

Hari ini kita masih dihantui pandemi Covid 19 sehingga mau tak mau harus menahan dulu keinginan untuk berwisata. Bahkan untuk memperketat hal itu maka pihak pengelola wisata pun tak sungkan menyediakan rapid tes antgien yang bagi masyarakat unum harganya cukup tinggi hingga banyak yang urung berwisata. Jadi tunggu saja waktunya normal, maka kemudian kita bisa berwisata ke Situ Ciburuy.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB
X