Reuni Keluarga Besar

- Rabu, 25 November 2020 | 13:43 WIB
Ilustrasi.
Ilustrasi.

AYOBANDUNG.COM -- Rencananya, dua minggu lagi akan diadakan reuni keluarga besar di kawasan wisata selatan kota. Di sana, ada beberapa kolam air panas untuk anak-anak bersenang-senang berenang.  Di sana juga akan dibuat panggung beserta seperangkat alat musik lengkap—bersama artisnya untuk bernyanyi berjoged tua-muda, serta suguhan makanan yang enak-enak dari katering terbaik.                   

Namun sehubungan dengan keluarga-keluarga dari kota-kota besar, dan keluarga-keluarga dari kota-kota kecil belum sepakat kata, rencana jadwal acara pada hari H tersebut diundur. Ya, meskipun berakibat membuat kesal sejumlah kerabat.      

Tetapi aku, kecewa tidak, gembira juga tidak karena setiap menghadapi kegiatan rutin tiga tahunan ini, selalu kelabakan untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Aku selalu merasa minder untuk mengikutinya.

Tiga tahun lalu pun, di satu kota pada perayaan reuni keluarga yang kesekian, aku memaksakan datang hanya sendirian. Anak-istri dibiarkan di rumah. Aku berharap, siapa tahu bertemu ayah. Kala itu, aku seperti biasa mendapatkan pertanyaan-pertanyaan yang nyaris selalu berulang dari saudara-saudara jauh. “Eh, ini kan Hendra ya?” “Di mana tinggal?” “Berapa anaknya?” “Di mana bekerja?” Atau, “Bisnis apa?” Aku pun menjawab seadanya. Selebihnya, tak banyak yang dapat kulakukan, hanya menyendiri di kursi jejeran paling pinggir kiri di belakang, menikmati hidangan di pisin yang makanannya berkali-kali kuambil di meja panjang.

Satu minggu kemudian, ada selentingan berita. Reuni itu fix akan diadakan di vila, di kawasan utara kota milik keluarga dari kota besar. Akomodasinya kali ini berubah, hidangan-hidangan akan dimasak keluarga tuan rumah, dan tidak ada artis, diganti oleh organ tunggal dengan penyanyi-penyanyinya yang masih bagian dari keluarga besar. Ini tentulah untuk menghemat biaya.

Empat hari menjelang hari H, undangan acara reuni berseliweran di satu grup media sosial keluarga besar. Ya, kini semua yakin dengan jadwal ulang ini yang akan jadi, tidak akan diundur-undur lagi. Juga termaktub kabar, ada tiga keluarga yang menjadi penyumbang terbesar. Ya, meskipun sebenarnya semuanya juga berpartisipasi, meskipun dengan besaran yang berbeda-beda.

Dua hari menjelang acara reuni, aku teringat sesuatu, menjadikanku ragu. Aku bicara pada istri, “Aku belum tentu menghadirinya, paling mengojek dengan motor kebanggaanku, bebek supra x. Kalau kau? Mau ikut ke sana?” 

“Aku terserah saja. Kalau kau ikut, aku juga ikut.”       

Di teras depan yang sempit itu, istri memandang penuh tanya, mengapa aku mendadak berubah.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB

Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB

Jual Beli Jabatan Menjerat Walikota Tanjungbalai

Jumat, 10 September 2021 | 16:42 WIB

Jangan Membandingkan Manusia dengan Binatang!

Kamis, 9 September 2021 | 23:02 WIB

Vigilantisme Media Sosial

Rabu, 8 September 2021 | 11:58 WIB
X