Mewaspadai Konflik Terbuka di Asia Pasifik

- Rabu, 25 Januari 2023 | 13:55 WIB
Rudal Tomahawk dilepaskan dari kapan perang AS. Reuters.
Rudal Tomahawk dilepaskan dari kapan perang AS. Reuters.

Oleh Sjarifuddin Hamid

PENYERBUAN Rusia ke Ukraina dan sifat assertive China mendorong Jepang mengambil kebijaksanaan yang belum pernah terjadi sebelumnya. Membangun angkatan perangnya agar mampu membalas serangan sampai ke wilayah lawan.

Untuk itu, anggaran pertahanan selama lima tahun, 2023-2028, dinaikkan menjadi 43 triliun yen. Naik dari lima tahun sebelumnya yang berjumlah 27,5triliun yen.

Dalam pada itu, sekutu dekat Amerika Serikat di Asia Tenggara yakni Pilipina menaikkan belanja pertahanan tahun 2023 menjadi US$4,28 miliar. Bertambah sembilan persen dari tahun anggaran terdahulu.

Pemerintah juga akan mempercepat penandatangan persetujuan yang memungkinkan tentara AS mempunyai masa tinggal lebih lama, serta bisa menggunakan lebih banyak fasilitas militer milik serdadu Pilipina.

Jepang dan Pilipina merupakan sekutu dekat Washington hingga sekalian peningkatan itu layak dikaitkan dengan membangkitkan kembali strategi pembendungan terhadap tiga negara komunis yakni Rusia, China dan Korea Utara. Ketiganya memiliki senjata nuklir.

Baca Juga: Jenazah Halimah Korban Wowon Cs di Bandung Barat Masih Utuh

Perkembangan di atas makin memperkokoh perkiraan bahwa peningkatan ketegangan akan berlangsung di Asia Pasifik. Gambarannya, China menjadi musuh utama sedangkan Amerika Serikat, yang tidak ingin kehilangan dominasinya, berada di sisi yang berseberangan. AS tidak sendiri tetapi menghimpun Korea Selatan, Jepang, Taiwan, Pilipina, India dan seterusnya.

AS melancarkan tekanan ke China pada dua aspek yakni dalam perdagangan termasuk chip, serta berada di belakang negara-negara yang punya sengketa perbatasan, wilayah atau pulau dengan China. Negara-negara itu berlokasi mulai dari Asia Timur sampai Teluk Benggala. AS menyatakan akan membela mereka berdasarkan prinsip demokrasi dan kebebasan pelayaran.

Sebagai pemimpin, menerapkan prinsip kepada para mitranya...bila ingin damai bersiaplah untuk perang. Artinya, setiap negara bebas harus mempunyai angkatan perang yang kuat. Tidak salah apabila diduga bahwa dibalik menghimpun permusuhan terhadap China, AS bermaksud menjual senjata.

Jepang saja berencana membeli 500 rudal Tomahawk. Rudal ini buatan Raytheon Missiles and Defense ini mampu menjangkau jarak sejauh sekitar 1.600 km. Harganya US$2 juta per unit.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mewaspadai Konflik Terbuka di Asia Pasifik

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:55 WIB

Mewujudkan Indonesia Emas dengan Memberantas Stunting

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:54 WIB

Imlek: Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Keindonesiaan

Senin, 23 Januari 2023 | 18:20 WIB

Potret ‘Pengemis Online’ yang Meresahkan

Senin, 23 Januari 2023 | 16:51 WIB

BIJB Kertajati Dijual?

Senin, 23 Januari 2023 | 16:08 WIB

Tahun 1845 Baru Ada 13 Orang Tionghoa di Bandung

Sabtu, 21 Januari 2023 | 15:02 WIB

Cokelat sebagai Peluang Usaha Baru untuk Remaja

Selasa, 17 Januari 2023 | 12:41 WIB

Ideologi di Balik Sepak Bola

Selasa, 17 Januari 2023 | 10:54 WIB

Membangkitkan Inovasi dan Daya Saing UMKM

Senin, 16 Januari 2023 | 17:00 WIB

Penggunaan Mobil Listrik di Indonesia, Efektifkah?

Senin, 16 Januari 2023 | 15:12 WIB
X