Penerapan Pajak Dosa atas Kendaraan Beremisi Karbon

- Sabtu, 8 Agustus 2020 | 13:03 WIB
Kendaraan mengular di Pasteur Bandung.
Kendaraan mengular di Pasteur Bandung.

AYOBANDUNG.COM--Pajak dosa atas kendaraan beremisi karbon perlu diterapkan di negara kita. Kendati begitu, edukasi dan kampanye gencar yang menyasar semua kalangan wajib dilakukan sebelum pajak tersebut benar-benar diberlakukan.

Kita sama-sama tahu, kehidupan modern bukan hanya ditandai dengan makin tingginya mobilitas masyarakat, namun ditandai juga dengan makin tingginya tingkat kemacetan dan pencemaran udara. Ketergantungan atas kendaraan bermotor berbahan bakar fosil dan beremisi karbon menjadi biang penyebab mengapa kota-kota kita kian macet dan polutif.

Dalam soal kemacetan, kajian yang dilakukan Weisbrod et al bertajuk Measuring the Economic Costs of Urban Traffic Congestion to Business (2003) menyimpulkan bahwa kemacetan menaikkan biaya perjalanan, menaikkan biaya logistik serta menurunkan produktivitas. Nominal kerugian ekonomi akibat kemacetan lalu-lintas ternyata tidak sedikit. Kajian yang pernah dilakukan oleh SITRAMP (Study on Integrated Transportation Master Plan), misalnya, menyebut kerugian akibat kemacetan bisa mencapai Rp 12,8 triliun per tahun. 

Sementara terkait dengan pencemaran udara, terdapat tiga jenis kelompok polutan yang lazimnya mengotori udara. Yang pertama, polutan gas. Ini terdiri dari nitrogen oksida (NOx), nitrogen dioksida (NO2), karbon monoksida (CO), ozon (O3) dan sulfur dioksida (SO2). Yang kedua, polutan partikel, yang mencangkup partikel kasar (PM10), partikel halus (PM2.5) dan partikel ultrahalus (UFP). Yang ketiga adalah polutan logam berat, yakni kadmium, timbal dan merkuri.

Hasil sejumlah kajian baru-baru ini, sebagaimana dikutip laman citymetric.com, menunjukkan bahwa risiko gangguan mental seperti depresi, gangguan bipolar dan skizofrenia semakin besar peluangnya menimpa mereka yang terpapar polusi udara dengan intensitas yang semakin tinggi. Ambil contoh depresi, misalnya. Risikonya bisa 50 persen lebih tinggi pada mereka yang terpapar polusi udara dengan intensitas yang semakin tinggi. Adapun risiko untuk mengalami gangguan bipolar dan skizofrenia, yaitu sekitar 29 persen dan 147 persen lebih tinggi pada kelompok yang sama.

Beberapa kajian lain menunjukkan bahwa mereka yang terpapar polusi udara dengan intensitas yang kian tinggi akan lebih berisiko pula untuk mengalami kecemasan, autisme, penurunan kognitif dan demensia. Bahkan, menurut Andrea Mechelli (2020), ada bukti-bukti bahwa paparan polusi udara memiliki keterkaitan pula dengan peningkatan risiko aktivitas menyakiti diri sendiri dan bunuh diri. 

Pungutan negara

Mengingat dampaknya yang buruk bagi lingkungan dan kesehatan kita, kendaraan beremisi karbon memang layak dikenai cukai. Ini selaras dengan apa yang tercantum pada Pasal 2 ayat (1) Undang-Undang tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai. Disebutkan bahwa barang-barang tertentu yang yang mempunyai sifat atau karakteristik: (1) konsumsinya perlu dikendalikan; (2) peredarannya perlu diawasi; (3) pemakaiannya dapat menimbulkan dampak negatif bagi masyarakat dan lingkungan hidup; atau (4) pemakaiannya perlu pembebanan pungutan negara demi keadilan dan keseimbangan, dikenai cukai berdasarkan undang-undang ini.

Secara sederhana, cukai dapat didefinisikan sebagai pungutan negara yang dikenakan terhadap barang-barang tertentu yang mempunyai sifat atau karakteristik yang ditetapkan sesuai dengan undang-undang yang berlaku.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB

Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB

Jual Beli Jabatan Menjerat Walikota Tanjungbalai

Jumat, 10 September 2021 | 16:42 WIB

Jangan Membandingkan Manusia dengan Binatang!

Kamis, 9 September 2021 | 23:02 WIB

Vigilantisme Media Sosial

Rabu, 8 September 2021 | 11:58 WIB

Memahami Pemilihan Perdana Menteri Jepang

Senin, 6 September 2021 | 22:28 WIB
X