Lebanon, Negeri Malang Lahan Konspirasi

- Sabtu, 8 Agustus 2020 | 10:48 WIB
Ledakan besar di Beirut
Ledakan besar di Beirut

Bila memperhatikan sekalian gambaran di atas, masuk akal bila Lebanon juga akan mengalami krisis politik dan ekonomi. Apalagi sekarang sudah muncul tuduhan, pemerintah Diab lalai.

Sudah Biasa

Tindakan yang memakan korban berulang kali terjadi dalam perang saudara tahun 1975-1990 antara kelompok Kristen Maronit/ekstrim kanan dengan kelompok Islam/ekstrim kiri. Israel mendukung kelompok Kristen Maronit dan Syria menopang kelompok Islam.

Kedua kelompok saling serang. Perang ini mengakibatkan ribuan orang tewas, menghancurkan infrastruktur serta posisi Lebanon sebagai Paris di Timur Tengah.

Tahun, 1982 berlangsung penyerbuan kelompok Kristen Maronit terhadap kamp pengungsi Palestina di Shabra dan Shatilla . Tujuannya mencari gerilyawan Organisasi Pembebasan Palestina (PLO). Serangan tersebut menimbulkan banyak korban. Para pengungsi Palestina pindah ke Tunisia.

Dalam kurun waktu itu pula, Israel bolak-balik menyerbu Lebanon dengan dalih menghilangkan ancaman terhadap Israel. Pada periode ini pula peran Menhan Israel Ariel Sharon sangat menonjol dalam menghabisi orang-orang Palestina.

Sharon mengalami serangan jantung pada Januari 2006 dan baru meninggal dunia Januari 2014. Selama delapan tahun itu, Sharon berada pada kondisi koma, tak berdaya. Nyawanya tergantung mesin penopang kehidupan.

Belakangan terbukti, upaya membersihkan Lebanon dari musuh-musuh Israel tak berhasil. Malahan mereka lebih terorganisir, bersenjata canggih dan berduit. Dukungan tidak hanya dari Syria tetapi Iran dan lainnya.

Pada 1983, bom bunuh diri dengan menggunakan mobil menghancurkan kompleks Kedubes Amerika Serikat. Aksi itu sebagai protes terhadap keterlibatan dan kehadiran AS dalam mengatasi perang saudara. 80 orang tewas, 17 di antaranya WN AS.

Usai perang saudara, Lebanon bangun dari reruntuhan dan mulai menikmati kemakmuran, tetapi itu tak lama. Tahun 2006, tentara Israel kembali menyerbu Lebanon sebagai tindakan balasan atas serbuan gerilya Hizbullah.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Asal-Usul Bandoengsche Voetbal Bond

Kamis, 28 Oktober 2021 | 08:45 WIB

Fakta di Balik Mimpi dalam Tidur Kita Selama Ini

Senin, 25 Oktober 2021 | 19:06 WIB

Semua Guru adalah Guru Bahasa

Senin, 25 Oktober 2021 | 09:08 WIB

Jadilah Generasi Pelurus, Bukan Penerus!

Minggu, 24 Oktober 2021 | 19:28 WIB

Cara Kim Jong-un Keluar dari Tekanan AS

Minggu, 24 Oktober 2021 | 17:24 WIB

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB
X