Lebanon, Negeri Malang Lahan Konspirasi

- Sabtu, 8 Agustus 2020 | 10:48 WIB
Ledakan besar di Beirut
Ledakan besar di Beirut

AYOBANDUNG.COM -- Ledakan yang berasal dari 2.750 ton amonium nitrat di satu gudang di pelabuhan Beirut, Lebanon, pada Selasa 4 Agustus 2020 menghadirkan pertanyaan-pertanyaan yang menjurus kepada adanya persekongkolan atau konspirasi.

Mengapa MV Rhosus disandarkan di Beirut dengan alasan pemilik tak punya dana untuk melanjutkan perjalanan ke tujuan akhirnya, pelabuhan Beira di Mozambik?

Bukankah Lebanon sejak 1970-an sudah menjadi negeri yang tidak stabil? Mengapa amonium nitrat itu diturunkan dari kapal, lalu disimpan di gudang pada kawasan yang dikuasai Hizbullah?

Semua pihak tahu amonium nitrat bisa digunakan sebagai pupuk atau bahan peledak untuk membuka pertambangan. Mengapa bahan berbahaya itu dibiarkan ‘tanpa tuan” sejak 6 tahun lalu?

Manajemen perusahaan Rustavi Azot di Gergia, yang memproduksi amonium nitrat, ternyata sudah berganti kepemilikan. Manajemen baru belum bisa mengonfirmasi siapa pemesannya? Tambahan lagi, amonium nitrat itu pesanan pihak tertentu di Zimbabwe atau Zambia. Bukan Mozambique.

Ledakan telah menewaskan lebih dari 157 orang. Melukai lebih dari 3.000 orang dan 100 orang hilang. PM Hassan Diab menyatakan akan menyelidiki secara transparan ledakan tersebut. Dia juga meminta bantuan internasional untuk memulihkan keadaan.

Hassan Diab perlu waktu untuk menemukan sebab musabab lantaran rangkaian ceritanya sudah pabaliyut. Diab pusing tujuh keliling karena sebenarnya telah kerepotan mengatasi kemunduran ekonomi bahkan sebelum merebak Covid-19.

Produk Domestik Bruto turun sekitar 5% pada 2019, sedangkan pada tahun ini diperkirakan merosot kira-kira 10%, inflasi 25%. Pengangguran naik menjadi 30%. Pada Januari lalu, sebanyak 220.000 orang kehilangan pekerjaan.

Bank Dunia meramalkan kemiskinan naik 45%, sedangkan jumlah yang kelaparan lebih dari 22%. Sekalian implikasi Covid-19 itu belum memperhitungkan dampaknya bagi 1,5 juta pengungsi Syria di Libanon.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

‘Nyanyian’ Krisdayanti dan Gejala Alienasi

Kamis, 16 September 2021 | 22:42 WIB

Dermaga Cikaobandung di Tempuran Ci Kao dengan Ci Tarum

Kamis, 16 September 2021 | 16:51 WIB

Musim Hujan Segera Tiba, Jabar Rawan Longsor

Kamis, 16 September 2021 | 16:28 WIB

Berantas Aksi Jahat Pembajakan Buku!

Rabu, 15 September 2021 | 22:39 WIB

Lebih Baik Diam Daripada Body Shaming

Selasa, 14 September 2021 | 23:14 WIB

Desain Besar Pembangunan Nasional itu Bernama Fair Play

Selasa, 14 September 2021 | 22:56 WIB

Jangan Meremehkan Profesi Pembantu!

Senin, 13 September 2021 | 22:30 WIB

Mewujudkan Pemuda Penerus Peradaban Mulia

Senin, 13 September 2021 | 19:22 WIB

Muadzin Menangis akibat Covid-19

Minggu, 12 September 2021 | 08:30 WIB

Menduga Letak Benteng Tanjungpura di Karawang

Minggu, 12 September 2021 | 08:00 WIB

Jual Beli Jabatan Menjerat Walikota Tanjungbalai

Jumat, 10 September 2021 | 16:42 WIB

Jangan Membandingkan Manusia dengan Binatang!

Kamis, 9 September 2021 | 23:02 WIB

Vigilantisme Media Sosial

Rabu, 8 September 2021 | 11:58 WIB

Memahami Pemilihan Perdana Menteri Jepang

Senin, 6 September 2021 | 22:28 WIB
X