Amankah Bersepeda saat New Normal?

- Jumat, 10 Juli 2020 | 10:26 WIB
Warga bersepeda di Jalan Aceh, Kota Bandung, Sabtu (4/7/2020). Pemerintah Kota Bandung memberlakukan protokol baru dalam bersepeda yang telah disesuaikan dengan aturan di era new normal. Pesepeda harus tetap menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan selama bersepeda, seperti menggunakan helm, kacamata, masker, selalu mencuci tangan atau menggunakan handsanitaizer, membawa botol minum sendiri, menjaga jarak, serta selalu menjaga kebersihan sepeda.
Warga bersepeda di Jalan Aceh, Kota Bandung, Sabtu (4/7/2020). Pemerintah Kota Bandung memberlakukan protokol baru dalam bersepeda yang telah disesuaikan dengan aturan di era new normal. Pesepeda harus tetap menerapkan protokol keselamatan dan kesehatan selama bersepeda, seperti menggunakan helm, kacamata, masker, selalu mencuci tangan atau menggunakan handsanitaizer, membawa botol minum sendiri, menjaga jarak, serta selalu menjaga kebersihan sepeda.

AYOBANDUNG.COM – Tahun 2020 menjadi titik kecemasan tertinggi akan kesehatan diri karena mewabahnya pandemi Covid-19.

Berbagai cara dilakukan untuk menanggulanginya, seperti melakukan aktivitas di rumah saja, mulai dari beribadah, belajar hingga bekerja.

Dialihkannya semua aktivitas ke rumah membuat roda ekonomi semakin mengkhawatirkan. Oleh karena itu, era new normal atau adaptasi kebiasaan baru (AKB) dijalankan agar ekonomi tetap terkendali dan wabah dapat diatasi.

AKB merupakan keadaan baru yang mengharuskan masyarakat menerapkan protokol kesehatan saat beraktivitas.

Ditetapkannya AKB, membuat banyak masyarakat mulai beraktivitas seperti biasa mulai dari bekerja hingga berolahraga. Olahraga di tengah pandemi memang penting dilakukan agar tubuh sehat dan imun tetap terjaga.

Olahraga dengan naik sepeda kini banyak digandrungi berbagai kalangan. Umumnya saat pagi atau sore hari, tempat olahraga seperti stadion didatangi para pegiat sepeda mulai dari anak-anak hingga orang dewasa.

Pada hari minggu pun, terdapat car free day (CFD) yang dimanfaatkan untuk bersepeda. Dalam kenormalan baru ini, jumlah pesepeda semakin meningkat.

Menurut data yang dihimpun oleh Institute for Transportation & Development Policy (ITDP), jumlah pesepeda di Jakarta meningkat hingga 1.000%.

Presentase ini melonjak akibat usainya pembatasan sosial di ibu kota pada 18 Juni lalu. Pada 28 Juni, sekitar 52.000 pesepeda ditaksir melintasi 32 lokasi bebas kendaraan bermotor.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X