RJ-80 Sengsara di Negeri Makmur

- Kamis, 11 Juni 2020 | 09:42 WIB
Ilustrasi RJ-80
Ilustrasi RJ-80

Habibie dengan legowo menerima keputusan itu, tetapi semangatnya tidak padam. Muncullah RJ-80 dan PT RAI melalui perhitungan yang matang dan diamati kalangan penerbangan.

PT RAI sudah pula menghimpun banyak tenaga ahli, termasuk Ilham Akbar Habibie sendiri yang dikenal ahli struktur pesawat. PT Dirgantara Indonesia pun akan mendukung proses produksi RJ-80.

Kelemahannya, PT Regio Aviasi Indonesia (PT RAI) kekurangan modal dan tidak lagi memiliki patron. Dua faktor yang akan membuat RJ-80 senasib dengan saudara-saudaranya.

Suatu ironi, bila Indonesia tak pernah membuat terobosan yang membanggakan dan menjadi unsur pemersatu.

Halaman:

Editor: M. Naufal Hafizh

Tags

Terkini

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB

Memerdekakan Diri untuk Membaca Budaya

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:21 WIB

Kesenjangan Antara Masjid dan Toiletnya

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:40 WIB

Evergrande CS Membuat China Bangkrut?

Minggu, 10 Oktober 2021 | 14:00 WIB
X