Selayang Pandang Lebaran yang Dihalangi Jarak

- Rabu, 3 Juni 2020 | 02:40 WIB
(Diambil dari video) Acara makan opor bersama di Saitama, Jepang pada Minggu, 24 Mei 2020. (Ranggella Piliang Sany)
(Diambil dari video) Acara makan opor bersama di Saitama, Jepang pada Minggu, 24 Mei 2020. (Ranggella Piliang Sany)

AYOBANDUNG.COM -- Sudah tahun kedua bagi mereka menjalani hidup di negeri orang. Mengais pundi-pundi uang setiap harinya dengan jarak puluhan ribu kilometer dari rumah. Sepanjang tahun bekerja dan berpisah dengan keluarga, termasuk ketika merayakan Idulfitri sejak 2019.

Idulfitri atau href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebaran memang menjadi momentum yang terjadi satu tahun sekali. Lebaran umumnya dilakukan dengan berkumpul bersama orang terkasih dan saling mengucap maaf atas segala kesalahan yang pernah dilakukan.

Namun, bagaimana dengan merayakan href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebaran dengan cara yang berbeda dari biasanya, apalagi tidak dapat bercengkrama langsung bersama keluarga, terhalang batas negara dan juga budaya.

Di tengah pandemi, Lebaran tahun ini terasa berbeda. Saling berjarak, tidak dapat berkumpul bersama seperti biasanya. Lebaran kental dengan pulang kampung, mengunjungi sanak saudara yang jauh dari kita untuk merayakan Idulfitri bersama.

Akan tetapi, tahun ini harus tetap di rumah masing-masing demi memutus rantai persebaran virus Corona yang masih tersebar di sejumlah negara, termasuk Indonesia. Kejadian yang langka, Lebaran tanpa bepergian atau sekedar makan bersama keluarga besar.

Namun, rasa href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebaran yang seperti ini sudah dicicipi Ranggella Pilian Sany dan Yustina Dwi Isnaeni sejak 2019. Pemuda-pemudi ini sudah tahun kedua menikmati href="https://www.ayobandung.com/tag/ Lebaran"> Lebaran dari negeri orang.

Karena bekerja di luar negeri, mereka harus menetap di sana sesuai dengan kontrak kerja yang telah disepakati. Ranggella merupakan pekerja di sebuah perusahaan di Saitama, Jepang. Sedangkan, Yustin bekerja di suatu perusahaan di Malaysia.

Syahdu walau dengan teman perantauan

“Niatnya Salat Id jam 6, tapi karena telat bangun jadi kami mulai jam 8,” kata Ranggella ketika diwawancarai Selasa, 26 Mei 2020 melalui sambungan telepon Whatsapp.

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB

Instagram Memang Asyik, Tetapi Mengapa Digugat?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:38 WIB

Memerdekakan Diri untuk Membaca Budaya

Senin, 11 Oktober 2021 | 16:21 WIB

Kesenjangan Antara Masjid dan Toiletnya

Minggu, 10 Oktober 2021 | 17:40 WIB
X