Talking to The Strangers: Dari Adolf Hitler Hingga Virus Corona

- Senin, 1 Juni 2020 | 09:07 WIB
FACS, Facial Action Coding System
FACS, Facial Action Coding System

AYOBANDUNG.COM--FACS, Facial Action Coding System, merupakan sebuah sistem yang dirancang untuk membaca ekspresi wajah seseorang. Alat yang dikembangkan oleh psikolog legendaris Paul Ekman itu, mampu membaca setiap gerakan otot dalam wajah dengan sangat detil, termasuk gerakan yang hanya muncul dalam waktu kurang dari satu detik. 

Melalui alat itu, ekspresi wajah seseorang dapat dinilai apakah sedang bahagaia, sedih, marah, takut, atau jijik. Sebuah adegan dalam miniseri berjudul "Friends" pernah dinilai menggunakan FACS. Hasilnya sempurna. 

Ekspresi semua pemain terindikasi dengan jelas sesuai adegan yang diperaninya. Yang marah kemudian berubah jadi senang. Yang jijik. Yang takut. Semua terbaca dengan tepat melalui alat itu. 

Pertanyaannya, apakah dalam dunia nyata, semua orang akan menampilkan ekspresi wajah sesuai yang dirasakan dalam hati? Pertanyaan lainnya, apakah teori mengenai ekspresi wajah itu bersifat universal, atau sama di setiap tempat dan budaya? 

Jawaban dari kedua pertanyaan itu menurut Malcolm Gladwell dalam buku karya keenam yang berjudul "Talking to The Strangers." adalah "tidak". Gladwell menyebut apa yang ditampilkan oleh para pemain Friends itu sebuah transparansi. Dalam dunia nyata, tidak semua orang menampakkan transparansi.

Pun melalui penelitian yang dilakukan oleh seorang antropolog bernama Sergio Jarillo dan seorang psikolog bernama Carlos Crivelli. Bahwa ekspresi terhadap perasaan hati orang-orang di suatu negara, berbeba dengan ekspresi orang-orang di negara lain. Ini terikat dengan budaya setempat. 

Para pemain Friends itu dalam mengekpresikan perasaanya hanya mendasari teori yang selama beratus-ratus tahun dipercaya kebenarannya di hampir semua negara. Hasil penelitian Jarillo dan Crivelli di beberapa suku pedalaman menunjukkan perbedaan penafsiran terhadap ekspresi wajah seseorang.

Inilah yang tidak disadari oleh banyak orang. Sehingga banyak sekali orang tertipu oleh penampilan prilaku seseorang. Bahkan sekelas CIA, sebuah agen rahasia terbaik dunia, beberapa kali dikelabui oleh anggotanya yang di kemudian hari diketahui ternyata merupakan agen ganda Kuba. Anehnya lagi, terungkapnya kasus itu bukan karena diketahui sendiri oleh CIA, tapi oleh seorang tokoh Kuba yang akhirnya berkhianat dari negaranya yang kemudian mengungkapkan mengenai agen ganda itu ke CIA. 

Salah menilai "orang tak dikenal" itu juga pernah dialami oleh Neville Chamberlian, Perdana Menteri Inggris itu. Setelah tiga kali melakukan pertemuan dengan Adolf Hitler, Chamberlian menyimpulkan bahwa Sang Fuhrer adalah orang yang tidak suka perang. Dan setahun setelah pertemuan terakhirnya, kita mahfum bahwa Hitlerlah yang memicu terjadinya perang dunia kedua. 

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

Geotrek, Belajar di Alam dengan Senang dan Nikmat

Jumat, 21 Januari 2022 | 08:25 WIB

Mengenal Manfaat Transit Oriented Development (TOD)

Rabu, 19 Januari 2022 | 12:35 WIB

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB
X