Sebelum Buka Sekolah, Selesaikan Dulu PR-nya!

- Jumat, 29 Mei 2020 | 14:09 WIB
Ilustrasi siswa sekolah dasar yang tengah beraktivitas di sekolah. (Dayinta Pinasthika, IOM 2018)
Ilustrasi siswa sekolah dasar yang tengah beraktivitas di sekolah. (Dayinta Pinasthika, IOM 2018)

AYOBANDUNG.COM -- Pembelajaran online atau dalam jaringan (daring) kini sudah dianjurkan untuk diterapkan di seluruh kegiatan belajar mengajar di Indonesia. Salah satu pelopornya adalah imbauan Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan yang memerintahkan setiap sekolah untuk melaksanakan belajar daring sejak 16 Maret. Situasi yang muncul akibat mewabahnya pandemi Covid-19 atau virus href="https://www.ayobandung.com/tag/corona">corona tentu menjadi sebab mengapa transformasi belajar ini dijalankan.

Kendati demikian, pembelajaran daring menimbulkan beragam persoalan baru seperti keterbatasan komputer atau laptop, akses internet, hingga tugas yang menumpuk dari guru. Belum lagi siswa yang mengalami tekanan psikis hingga gangguan kesehatan yang barang tentu harus menjadi perhatian besar pemerintah.

AYO BACA: 5 Cara Mencegah Virus Corona Covid-19 yang Keliru

AYO BACA: 5 Langkah Mencegah Virus Corona di Rumah

AYO BACA: Cara Salam Alternatif untuk Cegah Corona Sesuai Anjuran WHO

Belum lagi guru-guru yang terpaksa datang ke setiap rumah siswanya yang tidak memiliki ponsel, komputer, atau laptop seperti yang terjadi di Garut dan Sumenep.

Guna mengatasi keterbatasan kuota internet, Kemendikbud melakukan kerja sama dengan beberapa operator jaringan seluler untuk menyediakan kuota gratis. Kerja sama itu juga dilakukan dengan bekerja sama dengan perusahaan teknologi Google. Selain itu, setiap sekolah melalui dana bantuan operasional sekolah (BOS) mengalihkan sebagian dananya untuk penyediaan kuota gratis bagi siswanya. 

Beberapa universitas juga memberikan bantuan berupa kuota gratis bagi mahasiswanya. Universitas tersebut antara lain Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Universitas Diponegoro (Undip), Universitas Dian Nuswantoro (Udinus), dan universitas lainnya. 

Banyak permasalahan yang kelak ditemukan saat kebijakan ini dijalankan, namun apa boleh dibuat, pembelajaran daring merupakan satu-satunya jalan terbaik agar setiap pelajar bisa terus mengakses href="https://www.ayobandung.com/tag/ pendidikan"> pendidikan formal. 

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

Hati-Hati Budaya Nyinyir: Mulutmu Harimaumu, Netizen!

Jumat, 22 Oktober 2021 | 21:00 WIB

Inovasi Pemuda Bandung, Kulit Imitasi menuju Milan

Kamis, 21 Oktober 2021 | 15:51 WIB

Indonesia Lahan Proxy War?

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:43 WIB

Insulinde Medaille untuk Kompetisi Klub Pribumi

Kamis, 21 Oktober 2021 | 14:27 WIB

Karena Faktor China, Asean Sulit Menekan Myanmar

Senin, 18 Oktober 2021 | 18:07 WIB

Hari Libur Tanggal Merah Keagamaan Diundur, Perlukah?

Senin, 18 Oktober 2021 | 14:55 WIB

Babak Belur Peternak Ayam Petelur

Minggu, 17 Oktober 2021 | 10:00 WIB

Sejarah Stasiun Padalarang: Kenangan Dahulu dan Kini

Jumat, 15 Oktober 2021 | 11:04 WIB

Catch Me if You Can di Tjimahi Tempo Doeloe

Jumat, 15 Oktober 2021 | 10:33 WIB

Nicolaas Vink, 50 Tahun Menjadi Anggota UNI

Rabu, 13 Oktober 2021 | 10:04 WIB

Misteri Perang Bubat IV: Kolofon Carita Parahyangan

Selasa, 12 Oktober 2021 | 10:36 WIB

Menyoal Upaya Pemulihan Ekonomi, Perlukah Alih Konsep?

Selasa, 12 Oktober 2021 | 08:58 WIB
X