Ada Apa dengan Guru Honorer dan Dana BOS Reguler?

- Senin, 27 April 2020 | 11:42 WIB
Sejumlah guru menyiapkan bahan belajar untuk siswa dengan metode belajar jarak jauh di Madrasah Ibtidaiyah Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)
Sejumlah guru menyiapkan bahan belajar untuk siswa dengan metode belajar jarak jauh di Madrasah Ibtidaiyah Al-Mujtahidin, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Senin (16/3/2020). (Ayobandung.com/Irfan Al-Faritsi)

AYOBANDUNG.COM -- Guru adalah sosok yang telah memberikan jasa yang begitu besar kepada kita semua. Hal ini tentu dapat dimaklumi, karena guru adalah sosok yang telah bersusah payah dan penuh kesabaran mengajarkan berbagai ilmu pengetahuan kepada kita semua sebagai bekal dalam menjalani kehidupan di dunia, bahkan hingga akhirat kelak.

Peran guru bagi dunia pendidikan membuat sosoknya layak disebut sebagai pahlawan. Sebagaimana diungkap oleh A Kang Mastur dalam buku Humor Guru Sufi bahwa guru ibarat pahlawan. Ia mengantarkan anak didiknya ke jenjang lebih tinggi dalam ilmu pengetahuan. Sementara itu, sekolah menjadi tempat penggemblengan mental, pembelajaran, dan penyerapan ilmu pengetahuan. Sekolah menjadi tempat guru dan murid berinteraksi dan melakukan pengayaan materi pembelajaran, baik secara tekstual maupun kontekstual.

Mengingat perjuangan para guru yang begitu besar bagi generasi penerus perjuangan bangsa Indonesia, maka menjadi sebuah keniscayaan bagi pemerintah negeri ini untuk lebih memperhatikan nasib para guru. Terlebih mereka, para guru honorer yang belum mendapat gaji tetap setiap bulannya.

href="https://www.ayobandung.com/tag/Guru-Honorer">Guru Honorer di Musim Pandemi Corona      

AYO BACA : Dana BOS Tak Bisa Gaji Guru Honorer yang Tidak Terdaftar Dapodik

Kita tentu telah memahami, virus corona yang menular begitu cepat telah melumpuhkan berbagai sendi kehidupan. Nyaris semua lini kehidupan terhambat karenanya. Masyarakat dengan beragam profesi yang semula merasa baik-baik saja menjalankan profesinya, mendadak tersendat bahkan terhenti total setelah munculnya virus tak kasat mata yang selanjutnya menjadi momok yang begitu menakutkan bagi siapa saja.

Dunia pendidikan juga ikut terkena dampaknya. Proses belajar mengajar di berbagai lembaga pendidikan (baik formal maupun nonformal) yang sebelumnya berjalan tanpa halangan yang berarti, mendadak lumpuh total dan terpaksa diberhentikan. Sebagai gantinya, kini para guru mengajar murid-muridnya secara daring di rumah masing-masing.

Selanjutnya, persoalan demi persoalan kembali bermunculan ketika sistem belajar secara online diterapkan. Misalnya, terkait dana pembelian href="https://www.ayobandung.com/tag/-pulsa"> pulsa atau kuota internet yang menjadi sarana dalam proses belajar mengajar antara guru dan murid. Mengingat tak semua siswa dari golongan berada dan para guru yang masih berstatus honorer. Oleh karena itu, pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) berusaha untuk segera mengatasi hal ini.

Sebagaimana dilansir Kedaulatan Rakyat (18/4/2020) Kemendikbud memberikan fleksibilitas dan otonomi kepada para kepala sekolah, dalam menggunakan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Reguler. Penyesuaian kebijakan ini dikeluarkan mendukung pelaksanaan pembelajaran dari rumah, sebagai upaya mencegah penyebaran Coronavirus Disease atau Covid-19.

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB

Kurir Shopee Diduga Maling Helm di Sarijadi

Kamis, 24 November 2022 | 11:34 WIB
X