Ekonomi Kreatif Solusi Permasalahan Isu Kesetaraan Gender

- Sabtu, 12 Oktober 2019 | 16:42 WIB
Dwi Arifin Mahasiswa Ilmu Ekonomi IPB Bogor
Dwi Arifin Mahasiswa Ilmu Ekonomi IPB Bogor

Era perdagangan bebas menjadi sinyal untuk terus mengembangkan potensi besar dari ekonomi kreatif. Ekonomi kreatif dapat menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi Indonesia ditengah perlambatan pertumbuhan ekonomi saat ini.

Sebaran usaha ekonomi kreatif menurut pulau masih dominan berada di pulau Jawa sebanyak 65,37 persen, sedangkan menurut provinsi didominasi oleh provinsi Jawa Barat sebanyak 18,33 persen. 

Gambaran subsektor usaha/perusahaan ekonomi kreatif yang dominan terdapat pada 3 subsektor yaitu kuliner 67,66 persen, fashion 15,00 persen, dan kriya 14,56 persen. Untuk subsektor ekonomi kreatif yang lainnya secara keseluruhan hanya 2,77 persen.

Melihat besarnya potensi yang dimiliki ekonomi kreatif dalam menggerakkan roda perekonomian bangsa, Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) membidik kontribusi aktivitas bisnis di bidang ekonomi kreatif terhadap Produk Domestik Bruto pada tahun 2019 senilai Rp 1.200 triliun dari PDB nasional, sehingga pertumbuhan produk domestik bruto pada tahun depan setidaknya 6,75 persen. 

Pertumbuhan PDB di bidang ekonomi kreatif juga terkait dengan jumlah unit usaha yang ada dan nilai tambah setiap perusahaan. Artinya, semakin banyak jumlah usaha, semakin besar kapasitas menghasilkan nilai tambah ekonomi.

Era globalisasi dan konektivitas mengubah cara bertukar informasi, berdagang, dan konsumsi produk-produk budaya dan teknologi dari berbagai belahan dunia. 

Dunia menjadi tempat yang sangat dinamis dan kompleks sehingga kreativitas dan pengetahuan menjadi suatu aset yang tak ternilai dalam kompetisi dan pengembangan ekonomi. Di Indonesia, faktor yang menyebabkan ekonomi kreatif berkembang dengan pesat adalah hadirnya revolusi industri 4.0 yang mempermudah akses masyarakat terhadap informasi.

Hadirnya teknologi dan internet membuat masyarakat lebih mudah dalam menemukan inovasi-inovasi baru. Faktor selanjutnya adalah globalisasi yang mampu menciptakan perkembangan selera masyarakat terhadap suatu produk. 

Dengan berkembangnya berbagai selera tersebut, dapat meningkatkan daya kreatif masyarakat. Selain itu, semakin sempitnya lapangan kerja formal. Hal tersebut mendorong masyarakat untuk berfikir kreatif agar dapat menciptakan lapangan kerjanya sendiri.

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

Inflasi dan Pasar Saham Indonesia

Rabu, 6 Juli 2022 | 12:41 WIB

Kerbau di Cicalengka Tahun 1880-1900

Minggu, 3 Juli 2022 | 19:36 WIB

Menengok Alasan Seseorang Tetap Melajang

Jumat, 1 Juli 2022 | 15:53 WIB

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB
X