Patung Mini, Harta Karun di Jatinangor

- Selasa, 4 Juni 2019 | 04:22 WIB
Patung mini karya Hendri Sanjaya.
Patung mini karya Hendri Sanjaya.

Bentuknya beragam- Patung mini beragam bentuk dan corak tersebut berhasil dibuat oleh Hendri Sanjaya (36). Dari yang berukuran 2 mm hingga 4 cm. Hendra bercerita banyak ketika di temui di rumahnya, gang pengrajin, Cibeusi, Jatinangor, Sumedang belum lama ini.

Pernahkah kalian membayangkan menikmati karya patung dengan kaca pembesar? Entah betapa sulitnya membayangkan menikmati karya seni seperti itu. Patung ukir mini karya seorang pemuda desa Cibeusi, Kabupaten Sumedang berukuran paling kecil 2 milimeter hanya dapat dinikmati lewat kaca pembesar.

Karya patung mini milik dirinya membuat penikmat seni harus membelalakkan mata. Ukuran patung yang tidak lebih besar dari biji beras, membuat estetika karya patung mini miliknya memiliki ciri khas dari seniman patung lain di Jatinangor.

Tidak mudah menelusuri penghasil karya seni patung ukir di Jatinangor. Cipacing, Kabupaten Sumedang. Setelah ditelusuri ternyata wilayah penghasil karya seni tersebut hanyalah sentra pusat, sedangkan pembuatan dan barang yang mereka jajakan berasal dari gang pengrajin. Tidak salah gang tersebut memang dikenal dengan gang pengrajin. 

Gang pengrajin, Sisa Mahakarya Hebat    

Gang pengrajin yang terletak di Cibeusi, Kabupaten Sumedang sejak dahulu hampir setiap rumah di sepanjang jalan tersebut membuat karya berupa patung ukir, panahan, patung pahat, dan karya seni lainnya. 

Namun, kini gang pengrajin tinggal memiliki dua industri rumahan yang tersisa karena tradisi turun temurun kawasan itu sudah ditinggalkan oleh anak-anak muda selaku penerus seharusnya. Salah satu hal unik di kawasan warga setempat, ternyata ada seorang perajin yang menghasilkan patung ukir unik dan berbeda dari perajin lainnya.

Hendri Sanjaya (36), lelaki yang berdomisili di Jatinangor, Kabupaten Sumedang ini memulai kariernya sebagai perajin patung ukir bersama pamannya, Ujang, pada tahun 2007. Awal mula Ia menjadi perajin, Ia melihat bahwa umumnya perajin membuat ukuran patung yang besar, lalu Ia memiliki inisiatif untuk membuat miniatur atau patung ukir mini bersama pamannya pada tahun 2010-an. 

Menggeluti patung ukir mini bukanlah hal yang mudah, memilih jalan dengan mengeksplorasi patung ukir yang belum umum di antara perajin di sekitarnya merupakan tantangan tersendiri untuk dirinya. Ketertarikan membuat patung ukir mini dilandasai tantangan dalam proses pembuatannya. 

Halaman:

Editor: Redaksi AyoBandung.Com

Tags

Terkini

Kapitalisme Kekuasaan Zaman

Senin, 17 Januari 2022 | 16:45 WIB

Geotrek Lintas Kars Citatah

Jumat, 14 Januari 2022 | 15:01 WIB

Adopsi Spirit Doll: Antara Tren, Sugesti, dan Delusi

Kamis, 13 Januari 2022 | 14:53 WIB

Rekor! Menlu AS Kunjungi 112 Negara

Selasa, 11 Januari 2022 | 15:15 WIB

Kehancuran Jati Diri Budaya yang Nyata

Minggu, 9 Januari 2022 | 12:22 WIB

Tetap Bersaudara Meskipun Beda Agama

Minggu, 9 Januari 2022 | 10:27 WIB

Efek Film Layangan Putus untuk Emak-Emak

Jumat, 7 Januari 2022 | 08:52 WIB

Geowisata sebagai Jalan Lain untuk Penguatan Jiwa

Kamis, 6 Januari 2022 | 19:23 WIB
X