Kisah Awam Prakoso, dari Pengungsian ke Perkampungan

- Minggu, 23 Desember 2018 | 07:59 WIB
Awam Prakoso
Awam Prakoso

“Sosok suami yang luar biasa sayang dan sangat memperhatikan keluarga, apalagi terhadap perkembangan anak. Sosok guru yang ideal dalam membina relawan. Sukses membina dari yang ngga pede sampai akhirnya berani tampil,”ucap Bunda Ana.

Lain halnya dengan Seto Mulyadi, Psikolog dan Pemerhati Anak. Baginya, meski dengan sejuta kelebihan, tetap saja ada kekurangan yang harus dijadikan pelajaran penting bagi Awam.

Sosok yang lebih akrab disapa  Kak Seto ini sering satu panggung dengan Awam pada acara anak-anak. Awam pun mulai menggeluti dongeng karena pernah melihat dirinya mendongeng.

“Jurusnya cukup jitu. Menjadikan tontonan sebagai tuntunan. Namun, saran saya, cerita yang disampaikan harus variatif. Nanti, anak-anak akan cepat bosan kalau cerita yang disajikan itu-itu lagi. Dongeng yang monoton merupakan kekurangan kak Awam yang perlu diperbaiki,” jelasnya.

Apa pun kekurangannya, yang pasti Awam sudah dianggap sukses untuk mengedukasi anak-anak lewat dongengnya. Sosoknya akan melekat di hati anak-anak Indonesia. Perjalanan kak Awam tak berhenti sampai disini. Kak Awam masih terus mendongeng dan membangun Kampung Dongeng dari Sabang sampai Merauke.

Perlahan tapi pasti, target 1.000 Kampung Dongeng yang selalu menjadi angan-angan terbesarnya terus diupayakan untuk tercapai. Hatinya yang selalu bersandar ke berbagai pengungsian kini telah berlabuh di perkampungan yang begitu dicintainya, Kampung Dongeng.

Nurul Amanah

Mahasiswa Jurnalistik Fikom Unpad

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

ASEAN Diapit Dua Konflik

Senin, 27 Juni 2022 | 14:49 WIB

Mengapa India Ditinggalkan Australia cs?

Kamis, 23 Juni 2022 | 13:55 WIB

Ukraina di Ambang Perdamaian?

Selasa, 21 Juni 2022 | 15:14 WIB

Cibacang dan Cilimus yang Abadi dalam Toponimi

Minggu, 19 Juni 2022 | 15:42 WIB

Haruskah Indonesia Bergabung dengan BRICS?

Selasa, 14 Juni 2022 | 22:08 WIB

Mencetak Generasi ‘Boseh’

Minggu, 12 Juni 2022 | 09:00 WIB

Pecinan Cicalengka sejak 22 Januari 1872

Kamis, 9 Juni 2022 | 16:25 WIB

Karasak itu Nama Pohon dari Keluarga Ficus

Kamis, 9 Juni 2022 | 11:50 WIB
X