Kisah Awam Prakoso, dari Pengungsian ke Perkampungan

- Minggu, 23 Desember 2018 | 07:59 WIB
Awam Prakoso
Awam Prakoso

Hubungan Awam dengan para relawan pun cukup dekat. Awam mampu berbaur bersama para relawan dengan baik. Bagi relawan, kak Awam adalah keluarga, begitu pun sebaliknya.

“Kak Awam adalah sosok guru yang baik hati dan mampu berbaur dengan para relawan. Saya pun tertarik menjadi relawan karena sosoknya yang welcome,” ujar Agung Ahmad, salah satu relawan Kampung Dongeng.

Terik matahari siang itu tak menyurutkan niat Awam untuk menceritakan segala tentang dirinya dan Kampung Dongeng kebanggaannya. Ia pun sedikit menceritakan penghargaan yang pernah ia raih sebagai buah dari ketulusannya mendongeng untuk anak-anak Indonesia. 

Salah satunya ia pernah mendapat penghargaan Museum Rekor Indonesia (MURI) atas dedikasinya mendongeng non stop terlama selama 8 jam yang dipersembahkan sebagai pembuka dilaksanakannya kegiatan Jambore Dongeng Anak Nusantara 2013 yang diikuti sebanyak 270 peserta dari berbagai daerah di Indonesia sekaligus hadiah Ulang Tahun Kampung Dongeng ke-4, 18 Mei 2013.

Dalam rekor ini Awam mendongeng selama lebih dari 8 jam secara terus menerus tanpa henti, dengan naskah sebanyak 18 cerita.

Lalu, bagaimana sosok Awam saat di rumah? Sama kah dengan sosoknya ketika berada di tengah anak-anak dan para relawan? Sepertinya hanya istri dan anaknya lah yang pantas untuk menjawab pertanyaan tersebut.

“Ayah kalau di rumah suka memberikan motivasi yang dibungkus dengan cara bercerita. Ayah tidak pernah memaksakan kehendaknya, suka berdiskusi sama anak-anaknya. Membebaskan ke anak-anaknya untuk berkreasi dalam hal apa pun, tidak harus mengikuti jejaknya sebagai pendongeng,” ujar Naufal Prakoso, anak tertua Awam yang kini sedang menempuh pendidikan di Universitas Bina Nusantara (BINUS).

Hal yang sama juga dikatakan oleh Miqdad Prakoso, anak kedua Awam yang mengikuti jejak ayahnya sebagai pendongeng, tanpa paksaan dari sang ayah.

“Ayah nggak pernah memaksa aku untuk jadi pendongeng, karena aku pribadi memang cita-citanya jadi pendongeng.Ayah kalau dirumah suka melucu, bedanya kalau dipanggung pakai mic kalo di rumah nggak, he he,”ucap Miqdad sambil berkelakar.

Yuliana, istri Awam yang akrab disapa Bunda Ana pun mengakui hal yang sama. Menurutnya, Awam sosok yang dekat dengan siapa saja.

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB

Kurir Shopee Diduga Maling Helm di Sarijadi

Kamis, 24 November 2022 | 11:34 WIB

Menyeruput (Kisah di Balik) Kesegaran Es Oyen

Rabu, 23 November 2022 | 14:50 WIB

Kehidupan LGBT dalam Perspektif Sosiologi

Rabu, 23 November 2022 | 10:24 WIB
X