Mengenal Adat dan Budaya Masyarakat di Kampung Ciptagelar

- Rabu, 24 Oktober 2018 | 12:27 WIB
Kampung Ciptagelar
Kampung Ciptagelar

Jawa Barat terkenal dengan banyaknya kampung adat yang berada di pelosok. Salah satunya Kampung Adat Ciptagelar di Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi.

Kampung adat Ciptagelar berjarak 203 kilometer dari kantor Pemerintah Kabupaten Sukabumi.

Masyarakat yang tinggal di kampung tersebut biasa disebut masyarakat kesepuhan.

Istilah kesepuhan berasal dari kata sepuh dari bahasa Sunda yang memiliki arti tua.

Sebutan kesepuhan ini pun menunjukkan model sistem pemerintahan yang dijalankan berasaskan kebiasaan para orang tua.

Dalam sistem pemerintahannya, ketua adat kampung dibantu baris kolot atau kepala urusan untuk membantu pekerjaan.

Baris kolot terdiri atas masyarakat setempat yang menerima tugasnya secara turun-menurun. Apabila dia tidak menerima tugasnya maka orang tersebut akan mendapatkan kualat menurut kepercayaan mereka.

Kampung Adat Ciptagelar masih terus mengikuti kepercayaan dan kebiasaan para leluhurnya dalam melakukan aktivitasnya sehari-hari.

Seperti pakaian yang dikenakan masyarakat setempat, para lelaki diharuskan memakai ikat kepala dan perempuan memakai samping sebagai ciri perbedaan jenis kelamin.

Terdapat upacara-upacara adat yang diselenggarakan masyarakat sebagai bentuk kepercayaan hidup. Salah satu upacara adat yang sering diselenggarakan yaitu ritual selamatan pada saat tanggal 14 bulan purnama.

Selain upacara adat, masyarakat sangat patuh terhadap aturan dan ritual yang harus dilaksanakan saat proses menanam hingga panen padi.

Menurut kepercayaan, padi merupakan sumber kehidupan paling utama bagi masyarakat setempat.

Kampung adat Ciptagelar berhasil membangun sendiri saluran televisi dan radio yang mereka gunakan sebagai salah satu alat komunikasi masyarakat setempat.

Selain sebagai alat komunikasi, masyarakat juga merasa terhibur dengan hadirnya televisi dan radio yang ada.

Saluran radio dan televisi tersebut hanya menyiarkan informasi atau hiburan seputar Ciptagelar.

Saat ini masyarakat kesepuhan Ciptagelar terus mengembangkan potensi dari generasi penerus untuk mempertahankan dan mengembangkan kemajuan teknologi, tanpa harus menghilangkan kepercayaan yang mereka yakini.

Reyva Nabila Fatimah

Mahasiswa Jurnalistik UIN SGD Bandung

Halaman:

Editor: Adi Ginanjar Maulana

Tags

Terkini

Pendidikan Islam Melahirkan SDM Unggul dan Berkualitas

Selasa, 7 Desember 2021 | 15:24 WIB

Stereotip Kesetaraan Gender Perempuan

Senin, 6 Desember 2021 | 12:43 WIB

Lezatnya Nasi Ayam, Nasi Liwet Wong Semarang

Jumat, 3 Desember 2021 | 16:09 WIB

Menguak Problem Mendasar Upah Buruh dan Solusinya

Rabu, 1 Desember 2021 | 14:18 WIB

Kisah Barsisha dan Ajaran Berharga tentang Aib Manusia

Senin, 29 November 2021 | 16:55 WIB

Peluang Iran untuk Sedikit Bernapas

Senin, 29 November 2021 | 15:17 WIB

Diversifikasi Prestasi Olahraga Nasional

Minggu, 28 November 2021 | 08:30 WIB
X