Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

- Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB
Xi Jinping.
Xi Jinping.

PRESIDEN Xi Jinping disebut menang besar dalam perhelatan G-20 pada 15-16 November lalu. Bertemu tiga setengah jam dengan Presiden Biden. Berunding pula dengan Perdana Menteri Belanda, Australia dan Prancis.

Xi juga menghadiri berbagai acara tambahan. Lalu yang menghebohkan adalah ketika dia mengutarakan kekesalan kepada PM Kanada Justin Trudeau yang membocorkan pembicaraan kepada pers Kanada.

Tak banyak materi yang terungkap tetapi pembicaraan Xi dengan banyak pemimpin negara secara kasat mata menunjukkan pengaruhnya telah menguat. Tak salah bila ada yang mengubah G-20 menjadi Xi-20.

Pengaruh yang menguat itu sejalan dengan hasil riset Pew Research Centre beberapa bulan lalu. Dikatakan, bahwa orang-orang Amerika Serikat menilai pengaruh negaranya di dunia internasional telah menyusut. Mereka sebaliknya memandang China bukan sebagai mitra melainkan pesaing atau musuh. Berarti China kuat.

Kata pengaruh dalam konteks di atas bermakna, Amerika Serikat tidak lagi sepenuhnya mampu membuat negara lain mengikuti keinginannya. Turki dan Arab Saudi telah membangkang. China juga membalas setiap sanksi yang diluncurkan Washington. Indonesia mendiversifikasi peralatan militer, setelah dilarang membeli Sukhoi.

Baca Juga: Masuk Kawasan Sesar Lembang, Gedung OPD di Kota Bandung Tak Punya Alat Pendeteksi Gempa

Generasi Pemimpin Baru

Dewasa ini di negara-negara berkembang muncul generasi baru yang tumbuh di tengah situasi multipolar. Mereka membangun hubungan dengan Uni Eropa, Jepang, China dan Korea Selatan sebagai pengimbang terhadap dominasi Amerika Serikat. Kebetulan negara-negara tersebut lebih memprioritaskan aspek ekonomis.

Masalahnya, pendekatan Amerika Serikat tidak berubah sejak memenangkan Perang Dingin dengan blok komunis yakni, memprioritaskan aspek politik dan militer. Badan Pusat Intelijen (CIA), para elit politik dan industri militer bekerjasama mendikte negara-negara berkembang.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Budaya Kekerasan

Selasa, 7 Februari 2023 | 12:17 WIB

Lato Lato dan Politik

Senin, 6 Februari 2023 | 12:35 WIB

Babah Liem Siang alias Munada

Senin, 6 Februari 2023 | 10:44 WIB

Efek Kecanduan Game Online

Selasa, 31 Januari 2023 | 15:06 WIB

Jejak Pelaut Belanda dan Inggris di Benua Australia

Senin, 30 Januari 2023 | 10:36 WIB

Warga Kampung Naga Harmoni di Keluk Ci Wulan

Sabtu, 28 Januari 2023 | 14:20 WIB

Mewaspadai Konflik Terbuka di Asia Pasifik

Rabu, 25 Januari 2023 | 13:55 WIB

Mewujudkan Indonesia Emas dengan Memberantas Stunting

Selasa, 24 Januari 2023 | 10:54 WIB

Imlek: Merawat Kebhinekaan, Meneguhkan Keindonesiaan

Senin, 23 Januari 2023 | 18:20 WIB

Potret ‘Pengemis Online’ yang Meresahkan

Senin, 23 Januari 2023 | 16:51 WIB
X