Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

- Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB
Menurut berita, kasus sampar pertama terjadi di Cicalengka pada 19 Maret 1932. Sumber: De Koerier, 23 Maret 1932
Menurut berita, kasus sampar pertama terjadi di Cicalengka pada 19 Maret 1932. Sumber: De Koerier, 23 Maret 1932

WABAH sampar (pes) sempat menerjang Priangan, Bandung, termasuk Cicalengka. Di Priangan, kasus sampar pertama kali diketahui terjadi di Ciawi, Tasikmalaya, pada akhir 1925. Setelah itu, wabahnya merambat ke Ciamis (1926), Kota Tasikmalaya (1926), Bandung (1929), Sumedang (1929), dan Garut (1930).

Pemerintah Kota Bandung melaporkan kasus pertama sampar pada 29 Mei 1929. Saat itu, ditemukan tiga kasus kematian pada sebuah rumah di sekitar Groote Postweg dekat Pasar Baru. Atas kejadian itu, residen Priangan Tengah, kepala kesehatan umum, wali kota Bandung, bupati Bandung, inspektur dinas kesehatan, ketua pengendali sampar Jawa Barat, kepala dinas kesehatan daerah, direktur bangunan dan pengawasan perumahan, dan dua asisten residen bertemu pada 31 Mei 1929.

Beberapa hasil diskusi mereka antara lain perlunya segera mendirikan barak isolasi; mengisolasi semua penderita di ruang isolasi atau di rumah sakit kota; orang yang kontak dengan yang positif sampar diawasi di rumahnya; mengisolasi orang yang pernah kontak tetapi tidak mau diawasi; memeriksa semua rumah, gang, dan kampung serta menjaga bangunannya agar tidak terkena sampar; menyebarkan informasi sampar melalui film, ceramah, demo dan pamflet; dan menetapkan Kota Bandung sebagai wilayah yang terjangkit wabah sampar; dan lain-lain.

Sebulan setelah kasus pertama hingga Juli 1929, wabah sampar di sekitar Bandung belum merebak. Pada 31 Mei dilaporkan ada yang terduga dibawa ke rumah sakit Kota Bandung dan pada 1 Juni, penderitanya meninggal. Lalu, 9 orang dari sekitar Pasar Baru yang pernah kontak dengan empat penghuni rumah yang meninggal karena sampar, dinyatakan negatif.

Baca Juga: Bandung Rasa Eropa! Ini 5 Rekomendasi Tempat Wisata Terbaru Nuansa Luar Negeri, Cocok Buat Liburan Tahun Baru

Kasus Pertama dan Perkembangannya

Wabah sampar baru ditemukan di Cicalengka pada 1932. Menurut De Koerier (23 Maret 1932), di Cicalengka pada Sabtu lalu ditemukan kasus sampar yang mengakibatkan meninggalnya seorang Tionghoa pemilik toko. Ini kasus pertama sampar di daerah dan tempat itu. Bila dilihat titimangsanya, kasus tersebut ditemukan pada hari Sabtu, 19 Maret 1932.

Namun, sebelumnya, dalam berita Bintang Timoer (16 Januari 1931) yang bertajuk “Tjitjalengka dan Pest” seakan-akan wabah sampar di Cicalengka telah terjadi paling tidak pada 1930. Karena di sana dikatakan, “Dengan besluit dari resident Midden Periangan pada tanggal 10 Januari, Onderdistrict Tjitjalengka (Bandoeng) dinjatakan tidak berdjangkit lagi penjakit pest”. Atau apakah kata-kata “tidak berdjangkit lagi” dalam berita itu mengandung arti belum terjangkit?

Kabar pertengahan Januari 1931 yang menyatakan tentang kemungkinan telah terjadinya sampar di Cicalengka atau sebaliknya, belum ditemukan yang terjangkit sampar. Sumber: Bintang Timoer, 16 Januari 1931.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X