Digitalisasi Pendidikan, Relevankah dengan Kebutuhan Zaman?

- Jumat, 25 November 2022 | 17:20 WIB
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. (Instagram/@nadiemmakarim)
Menteri Pendidikan Nadiem Makarim. (Instagram/@nadiemmakarim)

Oleh Untung Wahyudi*

DIAKUI atau tidak, perkembangan teknologi saat ini memberikan dampak luar biasa pada semua sektor, termasuk pendidikan. Transformasi teknologi dianggap penting digunakan di sektor pendidikan karena urgensi dan relevansinya yang begitu besar untuk mengimbangi perkembangan zaman.

Kemajuan teknologi mutakhir penting diterapkan di sektor pendidikan agar dunia pendidikan juga bisa berkembang dan mampu menjawab kebutuhan zaman.

Saat pandemi Covid-19 melanda sejak akhir 2019 lalu, proses pembelajaran di sekolah-sekolah tidak lagi dilakukan secara konvensional. Guru tidak lagi harus mengajar di depan kelas untuk mentrantransfer materi pelajaran.

Untuk menerima pelajaran, para siswa pun tidak harus anteng duduk di bangku kelas. Sebagaimana instruksi Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek), selama pandemi proses pembelajaran dilakukan secara daring untuk menekan angka penyebaran virus.

Instruksi Kemendikbudristek pun disambut oleh satuan pendidikan dengan mempraktikkan pembelajaran secara daring. Guru dan siswa disarankan untuk menggunakan teknologi yang ada seperti laptop dan gadget selama proses belajar mengajar berlangsung. Meskipun tidak semua satuan pendidikan bisa menjalankan instruksi tersebut, terutama bagi yang ada di kota-kota kecil yang belum terjangkau jaringan internet.

Baca Juga: Pensiunan PNS Full Senyum! Tahun Depan Sudah Bisa Terima Uang Pensiun Rp1 Milyar? Ini Skemanya

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim menjelaskan, keterbatasan paket data internet menjadi salah satu kendala pembelajaran daring. Kuota mahal dan jaringan yang sulit dijangkau, khususnya di daerah pedalaman, merupakan masalah tersendiri bagi sebagian besar warga pendidikan dalam pelaksanaan belajar daring.

Hal ini senada dengan apa yang disampaikan oleh Rektor Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Mochamad Ashari, sebagaimana dikutip viva.co.id (13/11). Ashari mengatakan, perkembangan dunia teknologi di Indonesia belum merata. Begitu pula pemanfaatannya di dunia pendidikan, sehingga pendidikan digital masih sebatas pelengkap di Indonesia.

Namun, untuk wilayah kota, belajar dengan memanfaatkan perkembangan teknologi yang begitu cepat, sangat mungkin dilakukan. Hal ini karena fasilitas dan infrastruktur di kota sudah lengkap sehingga memungkinkan untuk menerapkan teknologi digital dalam sektor pendidikan.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X