Jangan Terlalu Cepat Memberi Label Negatif pada Orang yang Tak Punya Pasangan

- Jumat, 25 November 2022 | 15:57 WIB
Ilustrasi tanpa pasangan. (Pixabay)
Ilustrasi tanpa pasangan. (Pixabay)

HIDUP sendiri (tanpa pasangan) kadang tidak terlalu buruk. Namun, memiliki pasangan hidup pun kadang tak selamanya baik. Semua sangat bergantung dari sudut pandang kita dalam memandang segala sesuatu.

Di sinilah sikap bijak kita sangat menentukan kualitas diri kita, terutama saat bergaul dengan orang-orang yang berbeda pandangan dan pilihan hidup.

Ada kalanya hidup sendiri (melajang) itu ‘tidak baik’, tapi ada kalanya justru itulah ‘pilihan terbaik’. Maksud ‘tidak baik’ di sini misalnya, memilih hidup sendiri agar bisa bebas melampiaskan nasfu berahinya dengan banyak orang.

Namun bila dia memilih hidup sendiri karena ada alasan-alasan privasi yang tidak bertentangan dengan ajaran agama (bahkan agama menyarankan agar dia lebih baik sendiri karena bila menikah akan terjadi bahaya atau mudarat yang lebih besar, misalnya karena alat kelaminnya tidak bisa berfungsi sehingga tidak bisa memberikan nafkah batin kepada pasangan hidupnya) maka memilih hidup sendiri bagi orang tersebut adalah termasuk ‘pilihan terbaik’ dan bukanlah suatu dosa.

Baca Juga: 5 Wisata Kuliner Malam Bandung Lengkap dengan Harga dan Alamat Lokasinya

Ya, bukan suatu dosa, karena agama begitu bijak dalam menyikapi beragam persoalan hidup manusia. Yang tidak bijak justru manusianya itu sendiri yang kerap menghakimi sesamanya tanpa mau tahu persoalan dan alasan di baliknya.

Demikian juga, ada kalanya hidup berumah tangga itu baik dan termasuk ke dalam ajaran (sunah) Nabi, tapi ada kalanya hidup berdua dengan pasangan sah itu juga malah mendatangkan mudarat atau sumber kemaksiatan.

Lho, kok bisa menikah itu malah mendatangkan mudarat dan menjadi sumber kemaksiatan? Ya, bisa saja, jika tujuan menikahnya itu ‘tidak benar’ dan tidak dilandasi mencari keridaan dari-Nya, dan juga tidak dilandasi ingin mengikuti ajaran Nabi.

Misalnya seseorang memutuskan menikah karena hanya ingin melampiaskan nafsu syahwatnya saja dan tak mau mempelajari ilmu serta hukum pernikahan sesuai tuntunan syariat.

Padahal, yang namanya menikah itu ada ilmunya. Lalu, bagaimana bisa seseorang bisa meraih hidup bahagia bersama pasangannya bila mengabaikan ilmu tentang pernikahan? Menikah tanpa didasari ilmu, sangatlah rawan terseret ke dalam kubang kemaksiatan, misalnya melakukan hal-hal yang dilarang (dalam ajaran agama) terhadap pasangannya.

Baca Juga: Gaji PPS, PPK dan KPPS Pemilu 2024, Panitia Luka dan Meninggal dapat Santunan Segini

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X