Pengaruh K-Pop bagi Mahasiswa: Sekadar Hiburan atau Pelarian Semata?

- Kamis, 24 November 2022 | 15:05 WIB
Konser NCT 127 The Link in Jakarta, Jumat (4 November 2022). (Rizky Azzahra Amallia).
Konser NCT 127 The Link in Jakarta, Jumat (4 November 2022). (Rizky Azzahra Amallia).



Oleh Rizky Azzahra Amallia

DI ERA modern ini, tentu masyarakat mengenal budaya Korean Pop atau biasa disebut K-Pop. Korean Pop (K-Pop) adalah budaya musik pop yang berasal dari Korea Selatan, yang meliputi musik, lagu, atau tarian yang dilakukan oleh seseorang yang biasa disebut Idol, penampilan yang dibawakan oleh Idol dapat berupa formasi grup, band, atau solois.

Korean Pop merupakan budaya yang berasal dari pengaruh Jepang, yaitu J-Pop. Kemudian, Korea mengembangkan budaya itu hingga mempunyai ciri khasnya sendiri. Tema musik yang tidak monoton, kualitas penyanyi, visual, tarian yang penuh energi, dan kostum yang sangat menarik, hal itu merupakan pendukung tampilan Idol Korea.

Awal mula K-Pop modern tidak terlepas dari Seo Taiji and Boys. Mereka memberikan warna baru di dunia musik Korea. Seo Taiji and Boys sukses menampilkan sebuah lagu dengan aliran musik rap, techno amerika, dan rock.

Dari situlah, cikal bakal munculnya grup musik dan musikus K-Pop modern, Seperti H.O.T, S.E.S, Sechs Kies, KLON, dan lain-lain. Di era K-Pop modern ini, muncul agensi besar, atau biasa disebut Big Three, tiga agensi besar ini terdiri dari SM Entertainment, YG Entertainment, dan JYP Entertainment.

Baca Juga: Jokowi Beri Motivasi Azka, Bocah Selamat usai Tertimbun Reruntuhan Gempa Cianjur Selama 2 Hari

Meskipun saat ini banyak agensi yang lebih kuat dan populer, ketiga agensi inilah yang membawa perubahan besar bagi industri K-Pop, dan membawa K-Pop menjadi lebih dikenal oleh masyarakat dunia.

Uniknya, K-Pop terbagi menjadi beberapa gen atau generasi. Generasi inilah yang menjadi tanda pergantian era di setiap angkatan K-Pop, pergantian ini meliputi konsep, karakter musik, dan umur. Hingga saat ini, K-Pop sudah sampai pada generasi ke-empat, dan tentu saja pasar K-Pop semakin luas.

Meluasnya K-Pop di dunia memunculkan istilah Korean Wave atau Hallyu, yaitu meningkatnya atensi publik terhadap kesenian pop dan budaya Korea, yang kemudian merambat ke sektor kecantikan, makanan, hiburan, dan lain-lain.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X