Gempa Tak Bisa Dipastikan, yang Penting Siaga dan Cepat Bertindak.

- Rabu, 23 November 2022 | 17:32 WIB
Korban gempa Cianjur. (Ayobandung.com/MuhammadIkhsan)
Korban gempa Cianjur. (Ayobandung.com/MuhammadIkhsan)

Begitu terjadi gempa. Saya langsung observasi.
Buat tenda penampungan pengungsi.
Buat rumah sakit lapangan.
Dapur umum dan upaya pembersihan puing.

Segera setting jaringan komunikasi lokal. Pastikan listrik bisa menyala dan air bersih tersedia. Semua harus simultan.
Itu pengalaman saya di dua daerah gempa
di Indonesia Timur.

CERITA di atas dikirim seorang kawan yang kebetulan ketika sedang bertugas mengalami dua kali gempa hebat. Inti dari cerita itu adalah kecepatan bertindak. Alhasil banyak korban yang diselamatkan. Infrastruktur mulai pulih. Trauma berkurang. Masyarakat berbesar hati diri karena ada penolong.

Kecepatan bertindak teramat penting. Biasanya dapat dikerjakan oleh aparat yang terbiasa menghadapi situasi darurat. Terorganisir. Berdisplin dan memiliki peralatan yang memadai.

Kecepatan bertindak sangat penting karena tidak bisa dipastikan kapan akan terjadi. Ini sebuah kenyataan yang berlaku di seluruh dunia.

Sebenarnya Indonesia punya banyak ahli, juga lembaga-lembaga terkait seperti LIPI, BRIN atau perguruan tinggi yang fokus tentang gempa bumi.

Mereka punya data masa lalu. Perkiraan tentang daerah-daerah yang potensial dilanda gempa bumi. Mereka juga mampu mengidentifikasi pola-pola ulangan, namun hanya bisa sampai di situ.

Baca Juga: Putri Candrawathi Ikut Menembak Brigadir J? Anak Buah Ferdy Sambo Bongkar Para Pelakunya

Jadi, yang harus dilakukan adalah meyakinkan semua pihak akan risiko gempa bumi. Ia menyebabkan korban jiwa. Merusak infrastruktur. Mengacaukan kehidupan sosial. Menimbulkan kerugian secara menyeluruh.

Berbagai pihak dari dalam dan luar negeri, menyebut wilayah Indonesia berada di kawasan lempeng bumi yang terus bergerak yakni Indo-Australia dari sebelah selatan. Eurasia dari utara. Pasifik dari timur. Semua lempeng bergerak aktif dan terkadang bertubrukan. Kebanyakan 10 km di bawah permukaan. Mengerikan sekali!

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X