Tradisi Mandhasiya: Tradisi Lokal Masyarakat Kabupaten Karanganyar yang Masih Eksis Keberadaannya

- Rabu, 23 November 2022 | 10:57 WIB
Masyarakat Desa Pancot yang sedang melakukan Upacara Tradisi Mandhasiya (Instagram @tentangkaranganyar)
Masyarakat Desa Pancot yang sedang melakukan Upacara Tradisi Mandhasiya (Instagram @tentangkaranganyar)

 

Oleh Dian Ahimza Nugrahani

INDONESIA merupakan negara yang memiliki beragam kebudayaan dan tradisi. Mulai dari kebudayaan yang ekstrem hingga kebudayaan yang unik.

Tentunya setiap kebudayaan dan tradisi yang ada memiliki tujuan atau arti tersendiri bagi masyarakat yang mengadakan dan melaksanakan kebudayaan tersebut. Dan dari sekian banyak kebudayaan serta tradisi yang ada di Indonesia, kita bisa menjumpai sebuah tradisi lokal di Kabupaten Karanganyar, yaitu tradisi Mandhasiya.

Tradisi Mandhasiya merupakan sebuah tradisi upacara adat berupa sedekah bumi yang dilakukan guna terhindar dari malapetaka seperti wabah penyakit dan hama yang sulit ditanggulangi. Oleh karena itu, tradisi Mandhasyia masih tetap dilakukan pada masa modern seperti sekarang ini.

Tradisi Mandhasiya ini dapat ditemui di Dusun Pancot, Kelurahan Kalisoro, Kecamatan Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Tradisi Mandhasiya sendiri sudah ditetapkan oleh Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) pada tahun 2021 sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB).

Baca Juga: Viral! Video Sule Cs Tertawa Usai Budi Dalton Sebut Miras Minuman Rasulullah, PA 212 Buat Laporan?

Tradisi Mandhasiya dilakukan setiap 7 bulan sekali pada Selasa Kliwon, wuku Mandhasiya di Desa Pancot, Kecamatan Tawangmangu yang berpusat di Punden Balai Pathokan. Di tempat ini terdapat Watu Gilang yang diyakini sebagai tempat dibenturkannya kepala Prabu Baka oleh Putri Tetuka.

Pada tradisi Mandhasiya terdapat dua tahapan, yaitu tahap pra upacara dan tahap proses upacara.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X