Kehidupan LGBT dalam Perspektif Sosiologi

- Rabu, 23 November 2022 | 10:24 WIB
Ilustrasi LGBT. (Pixabay)
Ilustrasi LGBT. (Pixabay)

Oleh Nesha Salsa Billa

MARAKNYA kasus LGBT di Indonesia menjadi salah satu perbincangan yang ramai di kalangan masyarakat saat ini, apalagi di negara Indonesia.

LGBT atau GLBT adalah istilah lain dari “lesbian, gay, biseksual, dan transgender”. Istilah ini digunakan sejak tahun 1990-an dengan menggantikan kalimat “komunitas gay” karena istilah ini lebih mewakilkan kelompok kelompok pelaku yang disebutkan.

Dalam lingkup pengertian dari 4 istilah tersebut yaitu, Lesbian yang artinya homoseksual antara perempuan dengan perempuan yang lain atau sejenis dan mengalami ketertarikan dan berkaitan dengan orientasi seksual. Gay yaitu homoseksual yang dilakukan laki laki dengan sesama jenisnya yaitu laki laki dan merujuk pada hal seksual. Biseksual artinya ketertarikan romantis yang dialami antara perempuan atau laki laki tetapi hanya sekadar ketertarikan dalam konteks manusia kepada orang lain. Transgender yaitu identitas gender seseorang yang tidak terkait dengan jenis kelamin biologis yang didapatnya sejak lahir.

Pelaku dalam ketertarikan sesama jenis kebanyakan terjadi pada usia 15 tahun, dan keputusan untuk menjadi homoseksual biasanya terjadi pada saat usia dewasa muda yaitu pada saat menjadi mahasiswa.

Baca Juga: Kumpulan Ucapan Selamat Hari Guru Nasional 25 November 2022 Paling Menyentuh Hati: Pas Dibagikan ke Grup WA

Kota New York termasuk kota yang terkenal dengan populasi gay tertinggi dan diikuti Los Angeles yang menduduki urutan kedua setelah New York. Sedangkan saat ini Indonesia telah mencapai angka 20.000 orang yang terlibat dalam perkembangan kaum gay (homoseksual pria).

Homoseksual yang mempunyai arti ketertarikan seksual pada sesama jenis, berkebalikan dengan heteroseksual yang sudah biasa kita kenal yaitu hubungan yang dilakukan antar lawan jenis.

Awalnya yang menjadi penyebab orang menjadi pelaku gay itu ada beberapa penyebab. Antara lain karena dari kondisi biologis sejak dilahirkan, adanya perubahan hormonal heterogen menjadi homoseksual, dan dalam kondisi sosial juga bisa menjadi penyebab adanya kasus gay karena terjadinya interaksi dalam satu grup dengan homoseks itu sendiri.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X