Film Emergency Declaration: Terorisme, Ketegangan, dan Haru

- Senin, 21 November 2022 | 19:03 WIB
Bagi kalian yang masih bingung mencari link nonton Film Emergency Declaration, adapun link resmi atau legal pada artikel ini ( Instagram/ cinema.21)
Bagi kalian yang masih bingung mencari link nonton Film Emergency Declaration, adapun link resmi atau legal pada artikel ini ( Instagram/ cinema.21)

Oleh Fatika Deby Aszahra

FILM garapan Han Jae-Rim yang ditayangkan serentak pada tahun 2022 ini berkisah tentang ketegangan terorisme saat berada di atas pesawat. Film yang dibintangi oleh Im Si-wan, Lee Byun Hun, dan Song Kang-Ho ini berhasil membuat para penonton merasa gelisah selama film ini berlangsung.

Kecemasan kita seakan sudah dibangun sejak awal film ini diputar. Kegelisahan itu terkonstruksi dengan sangat baik, meski tampaknya konflik perlahan tumbuh bagi sebagian orang.

Berikut ini merupakan ulasan atas film Emergency Declaration. Sepanjang menonton film ini, saya mendapatkan emosi yang beragam. Saya yakin masih banyak ulasan yang lebih baik daripada ulasan yang saya buat, namun setidaknya saya mengutarakan apa yang saya lihat dan rasakan selama menonton film ini. 

Menonton film Emergency Declaration ini memberikan kita pengalaman seperti sedang menaiki roler coaster. Dimulai dari kecurigaan, ketegangan, kesedihan, dan kebahagiaan. Ketika di awal cerita, yang pertama saya lihat adalah perasaan ingin melarikan diri, gelisah, dan amarah. Meskipun demikian, saya menikmati film ini hingga akhir.

Baca Juga: Kasus Perundungan SMP Plus Baiturahman Berakhir Damai

Menurut saya, film ini merupakan gambaran perasaan pilot yang sudah lama tidak melakukan penerbangan setelah mengalami kecelakaan dalam penerbangannya. Bagaimana perasaan seorang pilot yang sudah berusaha melupakan sebuah kejadian pahit dalam hidupnya, hingga menimbulkan trauma tersendiri, namun suatu hal yang lebih besar malah menimpa dirinya.

Film yang menceritakan sebuah pesawat yang membawa penumpang dari Korea Selatan ke Hawaii, AS, menjadi subjek film berdurasi dua jam 21 menit. Perjalanan yang awalnya tampak menyenangkan berubah menjadi bencana teror virus mematikan.

Sayangnya, karena mereka berada di tengah-tengah dari penerbangan pesawat, mereka tidak dapat melarikan diri, dan virus yang menetas merambat dengan cepat mulai membunuh setiap penumpang satu per satu.

Halaman:

Editor: Dudung Ridwan

Tags

Artikel Terkait

Terkini

Mengapa Provinsi Sunda?

Jumat, 2 Desember 2022 | 14:06 WIB

Siarkan TV Digital, Indonesia Siap Total?

Jumat, 2 Desember 2022 | 10:52 WIB

Dari Egoisme Lahirlah Intoleranlisme

Senin, 28 November 2022 | 16:09 WIB

Dominasi AS Melemah G-20 menjadi Xi-20

Senin, 28 November 2022 | 10:36 WIB

Wabah Sampar di Cicalengka Tahun 1932-1938

Jumat, 25 November 2022 | 19:10 WIB

Cieundeur dan Gempa Cianjur

Jumat, 25 November 2022 | 15:06 WIB

Membangun Budaya Inovasi ASN di Indonesia

Kamis, 24 November 2022 | 14:20 WIB
X